Health Alert Card COVID-19 Bukan Kartu Sakti, Ini Fungsi Sebenarnya

Senin, 17 Februari 2020 | 21:11 WIB
Health Alert Card COVID-19 Bukan Kartu Sakti, Ini Fungsi Sebenarnya
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Suara.com - Health Alert Card COVID-19 Bukan Kartu Sakti, Ini Fungsi Sebenarnya

Fungsi Health Alert Card (HAC) yang digunakan di beberapa bandara terkait mewabahnya virus corona atau COVID-19 mengundang banyak tanya dari kalangan masyarakat awam.

Apa urgensinya penumpang dari luar negeri diharuskan isi data diri dan data sakit? Apakah efektif kegiatan gini bisa mendapatkan info penderita Corona dan tidak akan diperiksa lagi?

Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menegaskan bahwa HAC bukanlan kartu sakti, melainkan sebuah early warning system.

"Mereka tetap diperiksa saat datang, mulai dari diukur tensinya, tekanan darahnya. Orang yang datang selalu kita cek suhunya dengan thermal scanner, thermal gun jadi kita pastikan satu persatu," jelas Yuri, sapaannya, saat ditemui di Gedung Kemenkes RI, Senin (17/2/2020).

Yuri mengatakan adanya kerjasama dengan bandara untuk pengisian HAC tersebut. Setelah turun, penumpang yang mengantre di depan imigrasi akan diberikan HAC, namun yang disesalkan oleh Yuri, seringkali para penumpang hanya menerima tanpa membaca atau tidak memperhatikan saat ada penjelasan.

HAC menjadi early warning system terkait kemungkinan munculnya gejala keluhan yang mengarah ke COVID-19 sejak 14 hari selama kedatangan penumpang di Indonesia.

Kartu ini sendiri digunakan bukan hanya untuk COVID-19, bahkan sudah digunakan sejak ada kewasapadaan penyakit wabah lainnya seperti MERS-CoV atau flu unta. Menurut Yuri, semua jamaah haji dan umroh diperlakukan sama dengan penumpang saat wabah COVID-19.

"Dengan catatan 14 jari manakala muncul keluhan (yang mengarah ke) corona, maka kita minta dia menuju faskes manapun dengan menunjukkan kartu itu. HAC tujuannya begitu faskes menerima, mereka akan menelepon ke sistem peringatan dini melalui dinkes dan mengaktifkan 100 rumah sakit yang kita jadikan rujukan ," lanjut Yuri.

Baca Juga: Dibanding Virus Corona Covid-19, DBD Dianggap Lebih Mengancam Singapura

Nantinya di faskes, petugas kesehatan akan memeriksa dan mengecek apakah keluhan tersebut termasuk gejala dari virus corona seperti panas tinggi dan sesak. Jika hanya batuk, nyeri telan, tenggorokan berwarna merah maka itu bakteri bukan virus, katanya. (Frieda Isyana)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI