Menko PMK Sebut Kualitas SDM Indonesia Rendah karena Stunting, Waduh!

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Rabu, 19 Februari 2020 | 20:12 WIB
Menko PMK Sebut Kualitas SDM Indonesia Rendah karena Stunting, Waduh!
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Menko PMK Sebut Kualitas SDM Indonesia Rendah karena Stunting, Waduh!

Bonus demografi membuat Indonesia memiliki angkatan kerja yang banyak. Masalahnya, tidak semua angkatan kerja memiliki kualitas yang setara.

Dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2020, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan 5 program kerja prioritas pemerintah yang mengutamakan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Salah satu isu yang sedang disorot dan terkait dengan SDM adalah persoalan stunting.

Disinggung pula oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di kesempatan yang sama, bahwa SDM di Indonesia berkualitas rendah karena 54 persen dari usia produktif 18 sampai 65 tahun adalah mantan stunting.

"Angkatan kerja kita 54 persennya mantan stunting. Inilah penyebab kenapa Sumber Daya Manusia (SDM) kita rendah kualitasnya," paparnya di Gedung JIExpo Kemayoran, Rabu (19/2/2020).

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Stunting pada anak bisa dilihat dari ukuran tubuhnya yang lebih pendek dari anak seusianya. Meski anak stunting dipastikan berukuran pendek, tetapi anak pendek tidak selalu stunting.

Muhadjir menjelaskan untuk menghilangkan stunting maka target yang disasar adalah dari seribu hari kehidupan awal manusia, yakni masa prenatal dan masa pemberian ASI. Inilah fakto yang menentukan keberhasilan zero stunting di usia kerja.

Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)
Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)

Hingga bulan September 2019, tercatat ada 1.968.800 orang yang berada di usia kerja 15-65 tahun. Total keseluruhan angkatan kerja ada 136 juta dan dari angkatan kerja tersebut ada yang menganggur sekitar 7 juta.

"Jadi pemerintah punya PR membuat 7 juta lapangan kerja. Karena terdapat lulusan SMA jadi kita punya setiap tahun melahirkan lulusan SMK dan SMA sebanyak 3 juta pertahun. Jadi kira-kira dibutuhkan 11 juta lapangan kerja,” jelasnya lagi.

baca juga

Menurutnya, tidak ada pilihan lain dari pemerintah harus menyiapkan lapangan kerja. Karena tidak mungkin Indonesia bisa menjadi negara maju dan berdaya saing tinggi apabila masih ada 7 juta orang yang menganggur.

"Terciptanya lapangan kerja itu dari adanya investasi. Salah satu investasinya adalah memiliki SDM yang unggul dan sehat. Stunting ini faktor yang menentukan, kalau bisa zero stunting, tentu SDM kita lebih baik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko PMK Usulkan Menag Buat Fatwa yang Miskin Wajib Cari yang Kaya

Menko PMK Usulkan Menag Buat Fatwa yang Miskin Wajib Cari yang Kaya

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 13:51 WIB

104 Spesimen Virus Corona Diperiksa, Menko PMK: 102 Negatif, 2 Dalam Proses

104 Spesimen Virus Corona Diperiksa, Menko PMK: 102 Negatif, 2 Dalam Proses

News | Senin, 17 Februari 2020 | 15:37 WIB

Stunting di Jateng Capai 34,3 Persen, Kemensos Maksimalkan Kartu Sembako

Stunting di Jateng Capai 34,3 Persen, Kemensos Maksimalkan Kartu Sembako

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Februari 2020 | 02:50 WIB

Terkini

Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam

Puan Tak Ikut Sambut Prabowo di DPR, Baru Tiba saat Presiden Sudah di Dalam

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:51 WIB

3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo

3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini

Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas

Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan

Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister

Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister

Surakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik

Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Apakah Skin Tint Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Ini 5 Tipsnya agar Awet

Apakah Skin Tint Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Ini 5 Tipsnya agar Awet

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:40 WIB

×