IDI Minta Puskesmas Aktif Lakukan Deteksi Dini Virus Corona Covid-19

Risna Halidi, Frieda Isyana Putri

Kamis, 20 Februari 2020 | 19:05 WIB
IDI Minta Puskesmas Aktif Lakukan Deteksi Dini Virus Corona Covid-19
Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, Daeng M Faqih, meminta agar fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas tingkat kecamatan aktif melakukan deteksi dini infeksi virus corona covid-19.

Daeng menyebut, saran ini berdasarkan kekhawatirannya akan pintu masuk negara yang masih terbuka sebelum Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan covid-19 sebagai kegawatdaruratan atau public health emergency of international concern.

"Contoh di Bali saja saya dilaporin KKP di Bali itu tiap hari (ada) tiga kali penerbangan langsung Wuhan-Bali (sebelum deklarasi WHO). Dan satu-satunya alat kita di pintu masuk itu thermal detector. Deteksinya itu hanya thermal (panas)," kata Daeng saat Diskusi Publik di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Hal yang menjadi masalah, lanjut Daeng, adalah adanya masa inkubasi virus selama 14 hari.

Apabila seseorang lolos detektor panas tapi tak menunjukkan gejala, namun baru menunjukkan gejala di hari ke-10, itu artinya orang tersebut berada di tengah masyarakat dalam kondisi membawa virus di dalam tubuh dan memungkinkan terjadinya penularan saat 'lolos' dari deteksi.

Oleh karena itu, ia kembali menekankan pentingnya puskesmas-puskesmas untuk secara aktif melakukan deteksi dini di masyarakat. Ia juga menyebut sudah menyampaikan saran ini kepada instansi pemerintah terkait.

"Sebenarnya memang pemerintah ini mampu, karena punya puskesmas di seluruh kecamatan. Kalau bisa sebenarnya dilakukan aktif deteksi dini. Dan itu bisa. Karena penyakit-penyakit lain pun bisa. Tolonglah yang puskesmas-puskesmas itu melakukan deteksi dini secara aktif untuk menutup kemungkinan yang melewati thermal detector itu tidak terdeteksi tapi setelah di kampungnya dia menimbulkan gejala," pungkas Daeng.

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga saat ini belum ditemukan resmi kasus positif infeksi virus corona covid-19 di Indonesia. Berbagai usaha telah dilakukan pemerintah sebagai upaya pencegahan dan pengendalian wabah yang telah merenggut ribuan nyawa tersebut.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Sabun Antiseptik Cegah Virus Corona Covid-19? Ini Penjelasannya

Bagaimana Sabun Antiseptik Cegah Virus Corona Covid-19? Ini Penjelasannya

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 17:48 WIB

Korban Tewas Corona Covid-19 Tembus 2.100, Arab Saudi Cs Siapkan Pencegahan

Korban Tewas Corona Covid-19 Tembus 2.100, Arab Saudi Cs Siapkan Pencegahan

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 15:58 WIB

Gara-Gara Corona Covid-19, Perempuan Korea Ogah Pakai Makeup

Gara-Gara Corona Covid-19, Perempuan Korea Ogah Pakai Makeup

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 14:22 WIB

Terkini

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 18:45 WIB

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:38 WIB

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga

5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:33 WIB

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 18:31 WIB

Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak

Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Video | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

×