Belum Pulangkan WNI di Diamond Princess, Menkes Terawan: Mereka Kerja

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 21 Februari 2020 | 15:43 WIB
Belum Pulangkan WNI di Diamond Princess, Menkes Terawan: Mereka Kerja
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Belum Pulangkan WNI di Diamond Princess, Menkes Terawan: Mereka Kerja

Setelah 4 WNI dinyatakan positif virus corona Covid-19, pemerintah Indonesia hingga kini belum memutuskan akankah mengevakuasi 74 WNI lainnya dari kapal pesiar Diamond Princess yang tengah dikarantina di perairan Yokohama, Jepang.

Ada berbagai pertimbangan pemerintah mengapa hingga kini belum memutuskan evakuasi atau penjemputan. Salah satunya karena puluhan WNI ini terikat kontrak dengan pihak manajemen kapal dan bekerja sebagai kru atau anak buah kapal.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengatakan, harus memastikan lebih dulu apakah para WNI ini mau pulang dan apakah boleh dipulangkan oleh pihak manajemen kapal.

"Harus juga ditanyakan WNI itu ingin pulang atau enggak, kalau pengen pulang kan jadi pengangguran, loh dia kan kerja itu di dalam kapal digaji terus," ujar Menkes Terawan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2020).

Terawan dan pemerintah enggan asal mengambil keputusan. Kekhawatirannya, apabila gegabah asal datang tanpa mendapatkan kesepakatan pemerintah justru tidak bisa memulangkan, karena para WNI ini yang enggan pulang atau tidak boleh pulang.

Petugas kesehatan di Jepang memindahkan penumpang yang positif terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess ke rumah sakit untuk dirawat. (Foto: AFP)
Petugas kesehatan di Jepang memindahkan penumpang yang positif terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess ke rumah sakit untuk dirawat. (Foto: AFP)

"Nanti dia ternyata ingin pulang dan sebagainya, jangan sampai nanti sudah tak (saya) jemput sampai sana nggak mau pulang, terus ya piye (bagaimana)?" imbuh Menkes Terawan.

Purnawirawan TNI tersebut mengatakan harus ada kerelaan yang dilepaskan baik dari pihak manajemen kapal, ataupun dari para WNI yang terikat kontrak itu sendiri. Terakhir, barulah mempertimbangkan dari aspek pemerintah dengan pemikiran jangka panjang.

"Ya harus kerelaan juga," tuturnya.

baca juga

"Ya kedua juga kita harus mengingat segala mitigasi yang bisa kita rencanakan karena itu pertimbangannya. Kita menunggu keputusan, dari pemerintah dari semua, terutama pemerintah kita dengan Jepang bagaimana tentu itu kan tidak gampang," sambung Terawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata Menkes soal Dampak Corona Hambat Impor Bahan Baku Obat ke Indonesia

Kata Menkes soal Dampak Corona Hambat Impor Bahan Baku Obat ke Indonesia

Video | Jum'at, 21 Februari 2020 | 15:10 WIB

Dua Pasien Corona Covid-19 Kapal Pesiar Diamond Princess Meninggal Dunia

Dua Pasien Corona Covid-19 Kapal Pesiar Diamond Princess Meninggal Dunia

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 13:54 WIB

Studi: Virus Corona Covid-19 Rusak Organ Paru Seperti SARS dan MERS

Studi: Virus Corona Covid-19 Rusak Organ Paru Seperti SARS dan MERS

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 11:36 WIB

Terkini

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:08 WIB

Istana Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus HGB: Presiden Tidak Ikut Campur

Istana Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus HGB: Presiden Tidak Ikut Campur

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:06 WIB

Harga Murah Bisa Borong Mie Gacoan & Dimsum Pakai Promo BRImo!

Harga Murah Bisa Borong Mie Gacoan & Dimsum Pakai Promo BRImo!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 19:03 WIB

Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam

Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:00 WIB

3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia

3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 18:58 WIB

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Video | Rabu, 16 September 2026 | 18:55 WIB

Bahlil Masa Bodo Purbaya di-Reshuffle: Itu Hak Presiden!

Bahlil Masa Bodo Purbaya di-Reshuffle: Itu Hak Presiden!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:50 WIB

Ada Struktur Bayangan di ATR/BPN! Diisi Orang Kepercayaan Nusron Diduga untuk Ngepul Hasil Suap

Ada Struktur Bayangan di ATR/BPN! Diisi Orang Kepercayaan Nusron Diduga untuk Ngepul Hasil Suap

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:50 WIB

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:46 WIB

Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah

Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:45 WIB

×