Menunda Pernikahan Demi Tangani Corona Covid-19, Dokter Muda Ini Meninggal

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:10 WIB
Menunda Pernikahan Demi Tangani Corona Covid-19, Dokter Muda Ini Meninggal
Ilustrasi dokter dan stetoskop. (Shuttterstock)

Suara.com - Perjuangan seorang dokter benar-benar diuji di wabah virus corona baru atau Covid-19. Seperti dokter muda di China satu ini yang akhirnya meninggal dunia usai menunda pernikahan demi melawan Covid-19.

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis (20/02/2020) oleh biro kesehatan distrik setempat, Peng Yinhua adalah seorang dokter pernapasan di Rumah Sakit Rakyat Pertama, di Distrik Jiangxia, kota Wuhan. Demikian dilansir dari Mothership SG.

Peng dirawat di rumah sakit di First People's Hospital pada 25 Januari, tetapi kondisinya memburuk pada 30 Januari. Dia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan.

Sayangnya, kondisinya terus memburuk dan kesehatannya gagalpulih. Akhirnya, dia meninggal sekitar pukul 21.50 pada hari Kamis (20/02/2020).

Menurut Headline News, Peng awalnya merencanakan pernikahannya pada 1 Februari. Undangan yang ingin ia kirim dilaporkan masih disimpan di laci mejanya.

Dia dan istrinya dilaporkan setuju untuk menunda pernikahan mereka sampai wabah virus corona atau Covid-19 akhirnya terkendali.

(Shutterstock)
(Shutterstock)

Warganet China pun berkabung atas meninggalnya dokter berusia 29 tahun itu. Mereka berharap tidak ada lagi petugas medis yang menjadi korban.

"Ini benar-benar memilukan. Tolong jangan singkirkan orang-orang baik ini lagi," tulis salah satu warganet di Weibo.

"Mereka mungkin baru saja mendaftarkan pernikahan mereka belum lama ini. Ini benar-benar menyakitkan bagi istri, kehilangan suaminya sebelum pernikahan selesai. Siapa yang bisa menerima ini...," tambah yang lain.

Angka korban kasus virus corona baru atau Covid-19 terus meningkat di seluruh dunia. Dilansir laman Worldometers.info, per hari Jumat (21/2/2020), ada total 76.221 kasus yang tersebar di 30 negara dan 1 kapal pesiar di Jepang. Untuk angka kematian sendiri mencapai 2.200 lebih orang.

Meski angkanya terus bertambah, namun kabar baiknya, jumlah kasus di China justru menunjukkan penurunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebaran Virus Corona Tak Terbendung, Liga Korea Selatan Ditunda

Penyebaran Virus Corona Tak Terbendung, Liga Korea Selatan Ditunda

Bola | Jum'at, 21 Februari 2020 | 19:06 WIB

Pemimpin Gereja di Korsel Sebut Virus Corona sebagai Pekerjaan Setan

Pemimpin Gereja di Korsel Sebut Virus Corona sebagai Pekerjaan Setan

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 17:38 WIB

Kemenkes Siapkan Dua Opsi Jemput 74 WNI dari Diamond Princess, Apa Saja?

Kemenkes Siapkan Dua Opsi Jemput 74 WNI dari Diamond Princess, Apa Saja?

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 17:31 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB