Minum 2 Gelas Urine Setiap Hari, Pria Ini Merasa Lebih Sehat dan Bahagia!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 22 Februari 2020 | 07:00 WIB
Minum 2 Gelas Urine Setiap Hari, Pria Ini Merasa Lebih Sehat dan Bahagia!
Ilustrasi urine/air kencing [shutterstock]

Suara.com - Anda mungkin tidak pernah membayangkan jika harus minum air kencing sendiri. Tetapi, hal aneh ini justru dilakukan oleh seorang pria asal Inggris demi kesehatannya.

Harry Matadeen (32) seorang pria asal Inggris ini selalu minum 200 ml atau 2 gelas urine-nya yang sudah berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Ia selalu mencapurkan urinnya yang sudah lama dengan air kencing barunya.

Tak hanya meminumnya, Harry Matadeen juga mengoleskan air kencingnya ke tubuh dan memijatnya setiap pagi. Harry Matadeen percaya bahwa cara mengoleskan air kencing ke tubuh bisa menunda penuaan.

Harry Matadeen pun merasa kondisinya lebih sehat, bahagia dan pintar setelah mengonsumsi air kencingnya sendiri. Tetapi, seorang ahli menilai seseorang tak seharusnya meminum air kencingnya sendiri.

"Sama sekali tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa terapi urine memiliki nilai terapeutik," kata Profesor Henry Woo, seorang ahli bedah urologi di University of Sydney dikutip oleh The Sun.

Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)
Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)

Harry mengaku pertama kali minum air kencingnya sendiri sekitar 4 tahun lalu setelah merasa tertekan dan tidak sehat secara fisik. Saat itu Harry merasa energi tubuhnya meningkat secara instan.

"Saya telah mengetahui terapi urine ketika saya membaca buku berjudul Your Own Perfect Medicine oleh Martha Christy. Saya menjadi berpikiran terbuka untuk mencobanya dan lebih sehat," kata Harry.

Setelah membaca buku itulah Harry mulai mencoba terapi dengan meminum urine miliknya. Harry selalu meminumnya setiap pagi dan perlahan merasa depresinya mulai membaik.

Pada awalnya, Harry juga merasa aneh saat meminum air kencingnya sendiri. Tetapi, ia tak peduli dan berusaha menyukainya. Bahkan ia sudah merasa terobsesi meminum air kencingnya sendiri.

"Air seni yang saya minum biasanya berumur beberapa minggu hingga satu bulan dan saya menambahkannya setiap hari dengan air seni segar," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minum Air Kencing yang Difermentasi, Pria Ini Merasa Lebih Berenergi

Minum Air Kencing yang Difermentasi, Pria Ini Merasa Lebih Berenergi

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:34 WIB

Sering Kelelahan Meski Sudah Istirahat Cukup Bisa Jadi Gejala Umum Depresi

Sering Kelelahan Meski Sudah Istirahat Cukup Bisa Jadi Gejala Umum Depresi

Your Say | Selasa, 18 Februari 2020 | 17:31 WIB

Heboh Soal Dysphoria Gender Lucinta Luna, Penyakit Ini Bisa Memicu Depresi

Heboh Soal Dysphoria Gender Lucinta Luna, Penyakit Ini Bisa Memicu Depresi

Health | Jum'at, 14 Februari 2020 | 10:07 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB