Tak Bisa Sembuh, Pasien Hipertensi Harus Minum Obat Seumur Hidup

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 24 Februari 2020 | 16:59 WIB
Tak Bisa Sembuh, Pasien Hipertensi Harus Minum Obat Seumur Hidup
Ilustrasi tekanan darah tinggi [pixabay]

Suara.com - Tekanan darah seseorang memang bersifat fluktuatif. Namun orang yang telah didiagnosis menderita hipertensi atau darah tinggi, harus rela bersama sakitnya seumur hidup. Anggota Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH), Dr. Erwinanto, menjelaskan bahwa penderita hipertensi harus minum obat seumur hidup agar tekanan darahnya stabil.

"Hipertensi seumur hidup tidak akan sembuh dan minum obat teratur seumur hidup. Karena hipertensi bukan disembuhkan, tapi dikontrol," kata Erwin dalam acara seminar media di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

Erwin memaparkan, penelitian ilmiah pernah dilakukan pada tahun 2018, menunjukkan bahwa hampir 80 persen orang berobat hipertensi berhenti minum obat karena merasa sudah sembuh.

Menurutnya, hal itu dilakukan lantaran ketidaktahuan pasien bahwa hipertensi seharusnya dikontrol. Selain menjaga pola makan, hipertensi juga harus dijaga dengan obat, demikian dikatakan Erwin.

"Pasien hipertensi yang rutin minum obat hanya 54,4 persen. Sisanya tidak rutin atau tidak minum obat sama sekali. Setelah diteliti, ternyata merasa sudah sehat," ucapnya.

Obat hipertensi sendiri sebenarnya mudah ditemukan dan hanya ada lima, yaitu ACE-I, ARB, Betablocker, CCB, dan Diuretic. Erwin menjelaskan, rata-rata pasien hipertensi harus mengonsumsi dua obat.

Obat-obat itu sebenarnya bukan hanya untuk mengontrol tekanan darah, kata Erwin. Tapi juga untuk mencegah penyakit lanjutan seperti jantung, gagal ginjal, dan stroke. Tiga penyakit itu yang disebutkan Erwin sangat berisiko diidap pasien hipertensi.

Walaupun harus minum obat seumur hidup, kontrol ke dokter tidak menjadi hal wajib bagi pasien asalkan tetap rutin minum obat.

"Kalau dia nggak ke dokter, ya nggak apa-apa. Dokter hanya akan memeriksa apa pengaruhnya ke ginjal. Tapi untuk tekanan darah, diminum obat saja terus. Kalau misalnya nggak kontrol, juga nggak apa-apa. Aman," tegasnya.

baca juga

Menurut Erwin, selain merasa sudah sembuh, pasien biasanya berhenti minum obat karena ada perasaan takut dan menganggap obat seperti racun.

"Pasien takut untuk minum obat karena menganggap obat racun. Tapi dia nggak takut sakit ginjal. Kalau takut obat, itu orang Eropa, Amerika, sudah keracunan obat hipertensi," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berisiko Pembuluh Darah Pecah, Bolehkah Penderita Hipertensi Olahraga?

Berisiko Pembuluh Darah Pecah, Bolehkah Penderita Hipertensi Olahraga?

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 11:17 WIB

Hipertensi di Dunia 9,4 Juta Kasus per Tahun, Lebih Gawat dari Covid-19?

Hipertensi di Dunia 9,4 Juta Kasus per Tahun, Lebih Gawat dari Covid-19?

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 21:03 WIB

Penyakit Ginjal Kronis jadi Penyebab 1 Juta Kematian di Seluruh Dunia

Penyakit Ginjal Kronis jadi Penyebab 1 Juta Kematian di Seluruh Dunia

Health | Minggu, 16 Februari 2020 | 17:17 WIB

Terkini

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

×