Bukan Serangan Jantung, Seleb Doc Duga Ashraf Sinclair Meninggal karena Ini

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 29 Februari 2020 | 19:00 WIB
Bukan Serangan Jantung, Seleb Doc Duga Ashraf Sinclair Meninggal karena Ini
Ashraf Sinclair dan Bunga Citra Lestari [Instagram/@ashrafsinclair]

Suara.com - Kematian Ashraf Sinclair masih menjadi perhatian publik. Sebelumnya, Ashraf Sinclair dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung.

Seorang seleb doc bernama dr. Vito Anggarino Damay, seorang dokter spesialis jantung pun memiliki dugaan lain mengenai penyebab kematian Ashraf Sinclair.

Menurutnya, penyebab kematian paling umum pada orang usia muda adalah penyakit jantung. Tetapi, bukan berarti serangan jantung menjadi penyebab utamanya.

"Penyakit jantung tidak hanya serangan jantung. Pada usia muda yang sering malah gangguan irama jantung yang menyebabkan henti jantung. Jadi, kalau jantung berhenti belum tentu serangan jantung, bisa jadi gangguan irama jantung atau aritmia," jelas dr. Vito Anggarino Damay dalam acara Hotman Paris Show, Rabu (26/2/2020).

Vito menjelaskan kondisi jantung yang normal seharusnya berdetak secara beraturan karena artinya jantung berfungsi memompa dengan baik. Tetapi, detak jantung yang tidak beraturan merupakan tanda tidak ada aliran darah ke otak.

dr. Vito, dokter spesialis jantung (Instagram/@dr.vitodamay)
dr. Vito, dokter spesialis jantung (Instagram/@dr.vitodamay)

Detak jantung yang tidak beraturan atau gangguan irama jantung ini terjadi ketika ada gangguan kelistrikan dalam tubuh. Kondisi ini paling umum disebabkan oleh gangguan genetik.

"Jadi orang yang punya bawaan (genetik) kelainan listrik jantung, maka bisa meninggal kapan pun karena itu. Kalau nggak punya bawaan ini, berarti dia bisa meninggal karena serangan jantung," jelasnya,

Dalam kematian Ashraf, Vito menduga suami Bunga Citra Lestari meninggal dunia bukan karena serangan jantung, melainkan gangguan irama jantung.

"Kalau menurutku, kemungkinan dia (Ashraf Sinclair) gangguan irama jantung. Karena gangguan irama jantung sering terjadi pada orang usia muda dan kejadian saat tidur," tuturnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Serangan Jantung Pagi dan Fase Tidur Paling Berbahaya!

Waspada, Serangan Jantung Pagi dan Fase Tidur Paling Berbahaya!

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 13:19 WIB

Punya Keluarga dengan Riwayat Penyakit Jantung? Jangan Lupa Cek Kolesterol!

Punya Keluarga dengan Riwayat Penyakit Jantung? Jangan Lupa Cek Kolesterol!

Health | Kamis, 20 Februari 2020 | 16:51 WIB

Beda Penyakit Jantung Koroner dan Gangguan Irama Jantung

Beda Penyakit Jantung Koroner dan Gangguan Irama Jantung

Health | Selasa, 30 Januari 2018 | 14:09 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×