Marak Fenomena Panic Buying karena Corona, Ini Cara Meresponsnya!

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2020 | 09:56 WIB
Marak Fenomena Panic Buying karena Corona, Ini Cara Meresponsnya!
Seorang pelanggan apotek melintasi pintu masuk yang terdapat tulisan masker kosong di Apotek Jalan Sultan Agung, Umbulharjo, Yogakarta, Senin (2/3/2020). [Suarajogja.id / M Ilham Baktora]

Suara.com - Beberapa hari ini, tepatnya sejak Senin (2/3/2020), setelah pemerintah mengumumkan adanya kasus virus corona di Indonesia, masyarakat mulai panik.

Kepanikan ini pada akhirnya menyebabkan beberapa kelompok masyarakat melakukan panic buying, fenomena pembelian produk tertentu akibat berada di bawah tekanan.

Berdasarkan perspekstif ilmu saraf, bagian otak yang memproses rasa takut dan emosi (amygdala) sudah terlalu aktif ketika menghadapi ancaman. Aktivasi tinggi ini sementara waktu mematikan pemikiran rasional seseorang.

"Kita tidak dapat bernalar secara rasional, kita lebih mudah dipengaruhi oleh pemikiran kelompok, perilaku kita menjadi irasional," kata psikolog klinis Hong Kong, Cindy Chan, dilansir South China Morning Post, Rabu (4/3/2020).

Menanggapi fenomena ini, Singapore Psychological Society mengeluarkan pesan bagaimana cara merespons kepanikan serta 'pertarungan' antar-kelompok masyarakat akibat virus corona, sebagai berikut:

  1. Orang perlu mengakui bahwa mereka sama-sama sedang menghadapi kondisi yang sulit, membuktikan dan mengakui ketakutan satu sama lain, serta memberi jeda untuk mempertimbangkan tanggapan orang lain.
  2. Masyarakat perlu saling menghormati, menyatakan perasaan tidak nyaman atau cemas jika masalah terlalu sulit untuk ditangani, dan juga memperhatikan ketidaknyamanan orang lain.
  3. Ada kebutuhan bagi setiap orang untuk menjalankan tanggung jawab individu dan membeli sesuai keperluan.
  4. Orang harus beralih ke sumber informasi dan pengecekan fakta yang dapat diandalkan.
  5. Masyarakat perlu 'berhenti sejenak' untuk memikirkan bagaimana cara menyuarakan keluhan, tertutama secara online, yang dapat menimbulkan stres dan ketegangan tambahan.

"Kita bisa berusaha memahami perspektif dan pilihan yang berbeda, daripada terlibat dalam permainan menyalahkan," tulis Singapore Psychological Society, bersama dengan pesan di atas.

"Mari kita lindungi, tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan komunitas tempat kita tinggal. Bersama-sama kita dapat berperan dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi krisis," tambah mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajah Bebas Kilap! 4 Clay Mask Matcha untuk Pori-pori Lebih Bersih

Wajah Bebas Kilap! 4 Clay Mask Matcha untuk Pori-pori Lebih Bersih

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:20 WIB

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Pemerintah Minta Masyarakat Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:55 WIB

Fenomena Panic Buying BBM di Kalbar, Mendagri Jelaskan Penyebabnya

Fenomena Panic Buying BBM di Kalbar, Mendagri Jelaskan Penyebabnya

Video | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:53 WIB

Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini

Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:15 WIB

WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?

WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:45 WIB

Masyarakat Berperan Jaga Stabilitas BBM Nasional, Tulus Abadi Minta untuk Tidak Panic Buying

Masyarakat Berperan Jaga Stabilitas BBM Nasional, Tulus Abadi Minta untuk Tidak Panic Buying

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:30 WIB

4 Sheet Mask Rice, Mencerahkan Wajah Secara Instan Jelang Lebaran Idulfitri

4 Sheet Mask Rice, Mencerahkan Wajah Secara Instan Jelang Lebaran Idulfitri

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45 WIB

Kulit Dehidrasi saat Puasa? Ini 4 Sleeping Mask Hyaluronic Acid Terbaik

Kulit Dehidrasi saat Puasa? Ini 4 Sleeping Mask Hyaluronic Acid Terbaik

Your Say | Senin, 16 Maret 2026 | 17:12 WIB

Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah

Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:27 WIB

Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?

Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 19:52 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB