Pasien Covid-19 Meninggal, Ini Potensi Kerusakan Organ Tubuh Akibat Corona

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 11 Maret 2020 | 15:47 WIB
Pasien Covid-19 Meninggal, Ini Potensi Kerusakan Organ Tubuh Akibat Corona
Pasien corona. (Antara)

Suara.com - Salah salah satu pasien Covid-19 di Indonesia dengan nomor kasus 25 baru saja dinyatakan meninggal dunia, Rabu (11/3/2020).

Namun menurut Juru bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, penyebab utama pasien meninggal bukan karena infeksi virus corona.

Pasien yang merupakan warga negara asing itu disebut memiliki penyakit berat penyerta lain seperti hipertensi, diabetes, dan paru.

Dokter penyakit dalam Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH menjelaskan bahwa virus corona yang menyebabkan sakit Covid-19 memang berpotensi mengganggu kerja organ tubuh yang lain

"Covid 19 semacam infeksi akibat virus. Ada potensi bisa mengganggu organ lain, bisa gangguan ke ginjal atau liver di stadium lanjut," kata Aida di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Bukan hanya corona, Aida menjelaskan infeksi apa pun bisa menganggu fungsi organ. Apalagi jika pasien memiliki riwayat penyakit bawaan yang akut bisa terjadi komplikasi berbahaya akibat infeksi atau sepsis.

"Bukan hanya Covid-19, bisa terjadi di infeksi apa pun. Kalau kumannya sistemik, sepsis, bisa ganggu fungsi organ termasuk ginjal," ucapnya.

Diketahui pasien WNA perempuan berusia 53 tahun itu meninggal pada Rabu (11/3/2020) dini hari. Yurianto mengatakan, pasien tersebut telah lama mengidap penyakit berat.

"Jadi bukan karena corona virus sebagai penyebab utama. Tapi itu yang memburuk kondisinya," ujar Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta.

Yurianto menuturkan virus corona akan memperburuk daya tubuh pasien yang memiliki penyakit bawaan atau komplikasi.

"Betul bahwa corona virus ini akan memperburuk daya tahan tubuh dia dan ini menyebabkan peluang penyakit-penyakit dasar yang dia miliki menjadi semakin parah. Ini bukan tidak pernah kita dapatkan karena corona virus sendiri, selalu adalah komplikasi," kata dia.

Yurianto menegaskan beberapa kasus di beberapa negara pasien virus corona yang meninggal karena infeksi keseluruhan pembuluh darah.

"Beberapa kasus yang kita pelajari dari kasus meninggal di beberapa negara karena sepsis itu infeksi keseluruhan di pembuluh darahnya dan sebagainya yang disebabkan karena bakteri bukan karena virusnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNA Positif Corona yang Meninggal Alami Hipertensi, Diabetes dan Paru

WNA Positif Corona yang Meninggal Alami Hipertensi, Diabetes dan Paru

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 13:38 WIB

Seorang Wanita Mengisolasi Diri karena Corona Covid-19, Ini yang Dirasakan!

Seorang Wanita Mengisolasi Diri karena Corona Covid-19, Ini yang Dirasakan!

Health | Rabu, 11 Maret 2020 | 11:27 WIB

Penyakit Penyerta Ini Diidap Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia

Penyakit Penyerta Ini Diidap Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia

Health | Senin, 02 Maret 2020 | 11:55 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB