Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Coba Konsumsi 5 Makanan Organik Ini!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 12 Maret 2020 | 12:46 WIB
Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Coba Konsumsi 5 Makanan Organik Ini!
Ilustrasi makanan organik (shutterstock)

Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi kesehatan berbahaya yang menekan dinding arteri Anda. Jika tak diobati, hipertensi bisa menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung, penyakit ginjal dan stroke.

Tetapi, tekanan darah tinggi bisa dikontrol dengan pola makan yang sehat. Anda bisa mengonsumsi makanan organik untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Residu pestisida telah dikaitkan dengan terosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Karena, residu pestisida merupakan polutan lingkungan yang tidak bisa terurai dengan baik begitu dicerna. Sehingga polutan ini akan menumpuk di tubuh semasa hidup.

Anda mungkin bisa mengurangi minum dan konsumsi makanan tertentu. Tetapi, usaha itu mungkin tidak cukup. Berikut ini 5 jenis makanan organik yang bisa menurunkan tekanan darah alami seperti dilansir oleh Organic Welcome.

1. Sayuran hijau

Tubuh selalu membutuhkan sodium untuk membantu memindahkan air keluar dan masuk sel kita. Tetapi, terlalu banyak natrium bisa menghambat kemampuan ginjal untuk membuang kelebihan air, sehingga meningkatkan tekanan darah.

Solusinya, pastikan Anda mengonsumsi banyak kalium untuk membantu mendukung fungsi ginjal. Dalam hal ini, konsumsi sayuran hijau adalah cara termudah mendapat lebih banyak potasium ketika ditambahkan ke dalam sandwich.

Ilustrasi sayuran hijau. [Shutterstock]
Ilustrasi sayuran hijau. [Shutterstock]

2. Bit merah

Biasanya orang mengonsumsi buah bit merah sebagai menu diet untuk menurunkan tekanan darah. Karena, bit merah mengandung nitric oxide, yakni senyawa yang mampu membuka pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Bahkan Anda bisa merasakan manfaatnya setelah 24 jam mengonsumsi buah bit merah. Jika Anda tidak suka mengonsumsinya secara langsung, Anda bisa mengemaskan sebagai minuman jus.

3. Pisang

Pisang mengandung 12 persen dari AKG untuk kalium, yang juga memiliki protein sehat, serat, magnesium, vitamin B6 dan C. Kalium dalam buah pisang bisa menurunkan natrium berlebih dalam tubuh.

Studi menunjukkan bahwa makan dua pisang per hari bisa menurunkan tekanan darah sebanyak 10 persen. Bahkan Anda bisa mengonsumsi pisang dalam bentuk yang sudah diiris dan dikeringkan.

4. Oatmeal

Oatmeal salah satu makanan yang tidak hanya bermanfaat sebagai menu diet, tetapi juga menurunkan tekanan darah tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darah Tinggi Tingkatkan Risiko Pasien Corona Covid-19 Meninggal Dunia

Darah Tinggi Tingkatkan Risiko Pasien Corona Covid-19 Meninggal Dunia

Health | Rabu, 11 Maret 2020 | 09:34 WIB

Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Lakukan 5 Langkah Sederhana Ini di Rumah!

Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Lakukan 5 Langkah Sederhana Ini di Rumah!

Health | Rabu, 26 Februari 2020 | 14:57 WIB

Makan Putih Telur Baik untuk Tekanan Darah Tinggi, Ini Alasannya

Makan Putih Telur Baik untuk Tekanan Darah Tinggi, Ini Alasannya

Health | Selasa, 25 Februari 2020 | 16:10 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB