Terapi Musik Membawa Efek Positif pada Pasien Stroke

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2020 | 07:30 WIB
Terapi Musik Membawa Efek Positif pada Pasien Stroke
Ilustrasi penyakit stroke. (Shutterstock)

Suara.com - Penelitian baru telah menemukan bahwa sesi terapi musik memiliki efek positif pada neurorehabilitasi pasien stroke akut serta suasana hati mereka.

Dilansir dari Science Daily, Studi ini dilakukan pada unit 26-stroke dan unit rehabilitasi di rumah sakit Addenbrooke di Cambridge. Hasilnya pun dipublikasikan dalam jurnal Topics in Stroke Rehabilitation.

Total ada 177 pasien mengambil bagian dalam 675 sesi Neurologic Music Therapy (NMT) atau Terapi Musik Neurologis selama periode dua tahun. Para peneliti menyelidiki keberhasilannya di antara pasien, kerabat mereka, dan profesional kesehatan.

Terapi musik dipahami untuk membantu pasien stroke mengatur suasana hati, peningkatan konsentrasi dan mempromosikan perubahan di otak untuk meningkatkan fungsi, yang dikenal sebagai reorganisasi saraf. Manfaat fisik termasuk fungsi lengan dan gaya berjalan yang lebih baik.

Banyak pengulangan, atau 'latihan massal', merupakan pusat neurorehabilitasi. Selain memainkan instrumen fisik (keyboard, drum dan perkusi genggam), iPad yang menampilkan instrumen layar sentuh digunakan dalam percobaan untuk membantu pasien dengan rehabilitasi tangan, melalui peningkatan ketangkasan jari, dan pelatihan kognitif.

Sesi NMT dijalankan bersamaan dengan perawatan rehabilitasi stroke yang ada, termasuk fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, dan psikologi klinis.

Dari 139 pasien, kerabat, dan staf rumah sakit yang mengisi kuesioner, respons rata-rata adalah bahwa NMT "membantu" atau "sangat membantu."

Dan dari 52 pasien yang menyelesaikan kuesioner skala suasana hati, ada penurunan respons "sedih" dan peningkatan "bahagia" segera setelah sesi.

Terapis bicara dan bahasa mengamati dampak positif pada gairah dan keterlibatan pasien, dan melaporkan bahwa itu dapat membantu pasien mengatasi suasana hati dan kelelahan yang rendah.

Keduanya biasa terjadi setelah stroke dan karenanya bermanfaat untuk rehabilitasi mereka.

Ilustrasi musik. (Pixabay)
Ilustrasi musik. (Pixabay)

Dr. Alex Street, Peneliti Senior dalam Institut Penelitian Terapi Musik Cambridge di Universitas Anglia Ruskin (ARU), mengatakan: "Penelitian kami menemukan bahwa Terapi Musik Neurologis diterima dengan antusias oleh pasien, kerabat, dan staf mereka.

"Fakta 675 sesi dilakukan dalam dua tahun dengan sendirinya merupakan indikasi keberhasilan pengobatan. Ini menunjukkan bahwa staf merujuk pasien karena mereka memahami mekanisme latihan dan dapat melihat bagaimana hal itu dapat bermanfaat bagi pasien mereka," jelasnya.

"Itu juga menunjukkan bahwa pasien bersedia melakukan latihan, dengan masing-masing berpartisipasi dalam rata-rata lima sesi. Staf merasa bahwa menggunakan musik dan instrumen memungkinkan pasien untuk mencapai jumlah pengulangan yang tinggi untuk membantu mencapai tujuan mereka," tambahnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Chrissy Teigen Berbagi Cerita Sulitnya Masa Depresi Pascapersalinan

Chrissy Teigen Berbagi Cerita Sulitnya Masa Depresi Pascapersalinan

Health | Senin, 09 Maret 2020 | 12:46 WIB

Penyakit Tiroid seperti Thalita Latief Bisa Pengaruhi Suasana Hati, Kenapa?

Penyakit Tiroid seperti Thalita Latief Bisa Pengaruhi Suasana Hati, Kenapa?

Health | Minggu, 08 Maret 2020 | 15:24 WIB

Bahaya Meneguk Satu Gelas Minuman Manis Setiap Hari di Usia Paruh Baya

Bahaya Meneguk Satu Gelas Minuman Manis Setiap Hari di Usia Paruh Baya

Health | Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:44 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB