Cegah Virus Corona, Apakah Sabun Batangan Aman untuk Mencuci Tangan?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 16 Maret 2020 | 14:17 WIB
Cegah Virus Corona, Apakah Sabun Batangan Aman untuk Mencuci Tangan?
Ilustrasi sabun. (Shutterstock)

Suara.com - Mencuci tangan menjadi salah satu tindakan yang direkomendasikan oleh para pakar kesehatan untuk menjauhkan diri kita dari virus corona baru atau SARS-CoV-2.

Pakar menyarankan kita untuk mencuci tangan setidaknya selama 20 detik agar efektif dan membunuh kuman di tangan.

Namun mungkin beberapa orang bertanya-tanya apakah akan tetap aman jika mencuci tangan menggunakan sabun batangan, alih-alih sabun cair.

Sebenarnya, masing-masing bentuk sabun memiliki kekurangan dan kelebihan.

Dilansir Express UK, sabun batangan dikatakan mengandung mikroba karena sering dibagi dengan orang lain. Namun, penelitian menunjukkan sabun batangan efektif membunuh bakteri.

Satu studi pada 1988 melihat para ilmuwan mencemari batang sabun dengan jumlah bakteri sebanyak 70 kali lipat yang biasanya hidup pada sabun bekas.

Ilustrasi. mencuci tangan. (Shutterstock)
Ilustrasi. mencuci tangan. (Shutterstock)

Sebanyak 16 orang kemudian diminta untuk menggunakan sabun batangan untuk mencuci tangan mereka. Setelah diperiksa, ilmuwan tidak dapat menemukan jejak kontaminasi pada tangan mereka.

Seorang peneliti kesehatan lingkungan di Universitas Tufts, Marlene Wolfe, yang mempelajari peran mencuci tangan untuk menghilangkan patogen menular mengatakan, tidak ada banyak bukti bahwa bakteri pada sabun batangan akan berpindah ke pemakai selanjutnya.

"Salah satu kelemahan dari banyak penelitian mencuci tangan yang telah dilakukan adalah didasarkan pada bakteri. Dan semakin banyak penyakit yang kita khawatirkan secara global disebabkan oleh virus," sambungnya.

baca juga

Hal yang mungkin kurang dari sabun batangan adalah benda satu ini dapat mengurangi tingkat kelembapan kulit karena kandungan pH yang umumnya lebih tinggi.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Aplikasi Pemantau Stok Masker, Taiwan Dipuji Dunia

Bikin Aplikasi Pemantau Stok Masker, Taiwan Dipuji Dunia

Tekno | Senin, 16 Maret 2020 | 14:15 WIB

Dalam Kondisi Stres, Atlet Sekalipun Berisiko Terinfeksi Virus Corona

Dalam Kondisi Stres, Atlet Sekalipun Berisiko Terinfeksi Virus Corona

Health | Senin, 16 Maret 2020 | 14:09 WIB

Antisipasi Wabah Corona, Jumlah Pengunjung Wisata Candi di Sleman Dibatasi

Antisipasi Wabah Corona, Jumlah Pengunjung Wisata Candi di Sleman Dibatasi

Jogja | Senin, 16 Maret 2020 | 14:10 WIB

Terkini

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

×