Pandemi Corona Covid-19, Ahli Sarankan Wanita Jangan Program IVF Dulu!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 18 Maret 2020 | 16:06 WIB
Pandemi Corona Covid-19, Ahli Sarankan Wanita Jangan Program IVF Dulu!
ilustrasi ibu hamil (Pixabay/alessandraamendess)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari, tetapi juga program kehamilan. Wanita disarankan tidak menjalani program kehamilan bayi tabung atau IVF selama pandemi corona Covid-19.

Karena, program kehamilan IVF selama pandemi corona Covid-19 mungkin akan memberikan efek negatif selama kehamilan.

Sebuah laporan oleh Masyarakat Reproduksi dan Embriologi Manusia Eropa (ESHRE) mengatakan semua pasangan yang menjalani perawatan kesuburan harus menghindari program kehamilan sementara.

Meskipun pernyataan itu belum ada bukti jelasnya tentang efek negatif corona Covid-19 pada program kehamilan. Tetapi, beberapa wanita dengan corona Covid-19 dilaporkan berisiko melahirkan prematur.

Dalam laporan itu juga menyarankan wanita yang menjalani program IVF untuk membekukan telur atau embrio yang telah dipersiapakan sebagai tindakan pencegahan.

"Kami menyarankan semua pasangan yang merencanakan perawatan kesuburan untuk mempertimbangkan rencana program hamil. Jika mereka tidak memiliki gejala dan risiko infeksi corona Covid-19 tetap harus menghindari kehamilan dulu," keterangan dalam laporan yang dikutip dari The Sun.

Ibu hamil gadget. (shutterstock)
Ibu hamil. (shutterstock)

Sedangkan, pasien yang sudah terlanjut menjalani perawatan disarankan menunda kehamilan dengan cara membekukan embrio sementara.

Laporan ini juga menyarankan pasien yang sedang hamil atau menjalani perawatan, jangan melakukan perjalanan ke daerah yang kasus infeksi virus corona Covid-19 tinggi dan kontak dengan orang lain yang berpotensi.

ESHRE menemukan kasus perempuan yang dites positif corona Covid-19 juga melahirkan bayi sehat tanpa virus. Tetapi, laporan risiko bayi lahir prematur karena sang ibu memiliki corona Covid-19 perlu dipertimbangkan.

Satu kasus juga melaporkan bahwa tidak ada bukti ibu bisa menularkan virus corona Covid-19 ke anaknya melalui penularan vertikal. Karena itu, belum ada bukti kuat bahwa bayi lahir bisa terinfeksi corona Covid-19.

Di Inggris sendiri, sebanyak lebih dari 68 ribu wanita melakukan program kehamilan IVF setiap tahunnya. Kini, pemerintah pun telah memasukkan wanita hamil ke dalam kelompok yang berisiko terinfeksi virus corona Covid-19.

Profesor Chris Whutty, kepala Perwira Medis Inggris mengatakan bahwa memasukkan wanita hamil dalam kelompok yang perlu perlakuan khusus ini sebagai tindakan pencegahan.

Profesor Jonathan Van-Tam berharap langkah-langkah baru ini bisa mengurangi tingkat infeksi virus corona Covid-19 dan melindungi mereka berisiko lebih tinggi.

Sebelumnya, NHS telah mengungkapkan bahwa mereka akan mengirim staf medis khusus kehamilan mereka ke rumah sakit yang berisiko rendah terjangki sejumlah virus mematikan.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegawai WFH karena Corona, KPK: Jika Ada Panggilan Harus Segera ke Kantor

Pegawai WFH karena Corona, KPK: Jika Ada Panggilan Harus Segera ke Kantor

News | Rabu, 18 Maret 2020 | 16:00 WIB

Keluarkan Surat Edaran Cegah COVID-19, Walkot Jogja Beri 4 Imbauan Ini

Keluarkan Surat Edaran Cegah COVID-19, Walkot Jogja Beri 4 Imbauan Ini

Jogja | Rabu, 18 Maret 2020 | 16:00 WIB

Jadi ODP atau PDP Corona Covid-19? Begini Prosedur Isolasi Mandiri di Rumah

Jadi ODP atau PDP Corona Covid-19? Begini Prosedur Isolasi Mandiri di Rumah

Health | Rabu, 18 Maret 2020 | 15:48 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB