Orang Asma Perlu Hindari Kontak Sosial, Bahaya Jika Terinfeksi Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 18 Maret 2020 | 18:57 WIB
Orang Asma Perlu Hindari Kontak Sosial, Bahaya Jika Terinfeksi Covid-19
Ilustrasi orang asma (shutterstock)

Suara.com - Corona Covid-19 adalah virus yang bisa menular melalui cairan pernapasan tubuh. Virus ini sangat berisiko pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk masalah pernapasan seperti asma.

Karena itu, penderita asma sangat disarankan untuk mengisolasi diri dan menghindari kontak sosial untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.

Jonathan Van-Tam, wakil kepala pejabat medis di Inggris telah mendesak orang-orang yang masuk kategori berisiko tinggi lebih baik menghindari kontak sosial.

NHS telah memaparkan orang yang masuk kategori berisiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19, termasuk orang tua usia 65 tahun ke atas, ibu hamil dan orang dengan kondisi medis tertentu.

Dalam hal ini dilansir oleh The Sun, orang dengan masalah pernapasan seperti asma termasuk kategori yang berisiko tinggi tertular dan mengalami komplikasi virus corona Covid-19.

Asma adalah masalah pernapasan akibat radang saluran pernapasan yang membawa udara ke dan dari paru-paru. Saat ini asma memengaruhi lebih dari 5 juta orang di Inggris.

Peta sebaran virus corona Microsoft. (bing.com/covid)
Peta sebaran virus corona Microsoft. (bing.com/covid)

Karena itu pula penderita asma yang sudah pasti memiliki masalah dengan pernapasan, lebih mungkin terinfeksi corona Covid-19 daripada orang lain.

Tetapi, infeksi corona Covid-19 yang sama seperti virus pernapasan lain juga bisa memperburuk asma seseorang. Virus corona Covid-19 ini bisa meningkatkan risiko gejala asma dan serangan asmanya berpotensi mengancam jiwa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencantumkan asma, diabetes dan penyakit jantung dalam kondisi yang membuat orang lebih rentan terserang virus dan sakit parah.

Jessica Kirby, Kepala Sarana Kesehatan di Asthma UK mengatakan asma tidak membuat orang lebih rentan memiliki corona Covid-19. Tetapi, virus corona Covid-19 justru bisa membuat kondisi asmanya lebih parah.

"Orang dengan masalah paru-paru dan pernapasan lebih mungkin mengalami komplikasi dan membutuhkan perawatan rumah sakit," kata Jessica Kirby.

"Setiap infeksi pernapasan bisa menyebabkan masalah bagi penderita asma, yang sejauh ini bukti menunjukkan bahwa virus corona tidak jauh berbeda," lanjutnya.

Solusinya, penderita perlu mengurangi risiko serangan asma akibat infeksi virus. Misalnya, selalu sedia inhaler sebagai tindakan pencegahan dan menggunakannya ketika gejala memburuk.

Jika gejala asama memburuk, lebih baik jangan melakukan perjalanan ke daerah yang sedang terkena wabah parah dan kurangi kontak sosial. Konsultasikan kepada dokter mengenai kemungkinan Anda terinfeksi virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Kesehatan Agar Kebal Virus Corona, Wapres Maruf Suka Olahraga Air

Jaga Kesehatan Agar Kebal Virus Corona, Wapres Maruf Suka Olahraga Air

News | Rabu, 18 Maret 2020 | 18:48 WIB

Jubir Covid-19 Sebut Virus Corona Covid-19 Kacau, Bikin Tubuh Tidak Keruan

Jubir Covid-19 Sebut Virus Corona Covid-19 Kacau, Bikin Tubuh Tidak Keruan

Health | Rabu, 18 Maret 2020 | 18:45 WIB

Tak Gentar Lawan Virus Corona, Dokter 80 Tahun Handoko Gunawan Tuai Pujian

Tak Gentar Lawan Virus Corona, Dokter 80 Tahun Handoko Gunawan Tuai Pujian

Video | Rabu, 18 Maret 2020 | 18:18 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB