Sembari Menunggu Vaksin, Terapi Ini diklaim Efektif Untuk Pasien Corona

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 27 Maret 2020 | 14:00 WIB
Sembari Menunggu Vaksin, Terapi Ini diklaim Efektif Untuk Pasien Corona
Ilustrasi vaksin. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sejumlah ilmuwan di seluruh dunia kini tengah berlomba untuk mengembangkan perawatan dan vaksin untuk virus corona atau Covid-19. Namun, proses itu tentu membutuhkan sejumlah pengujian serta uji klinis sebelum bisa diproduksi secara massal.

Meski pembuatan vaksin mungkin akan memakan waktu antara 12 dan 18 bulan agar terbukti aman, efektif dan diproduksi secara massal, perawatan efektif lainnya dapat muncul lebih cepat.

Seperti dilansir dari Jerusalem Post, seorang ahli virologi terkemuka dan dekan Fakultas Kedokteran Tropis Nasional Baylor College di Houston, Texas, Peter Jay Hotez, mengatakan bahwa perawatan paling dini yang dapat bekerja melawan Corona Covid-19 adalah terapi serum antibodi.

Antibodi itu didapat seseorang yang telah pulih dari virus dan disuntikkan ke pasien yang sakit.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal of Infectious Diseases pada tahun 2014, para peneliti menunjukkan bagaimana plasma darah konvalesen mungkin efektif untuk secara signifikan mengurangi tingkat kematian, jika diberikan kepada mereka yang telah mengalami infeksi pernapasan akut.

Menurut Hotez, pengobatan berikutnya yang muncul setelah ini kemungkinan besar akan mengubah obat antivirus yang ada dalam beberapa minggu atau bulan, kemudian obat kimia baru dalam setahun, dan vaksin dalam satu hingga tiga tahun.

Dr. Rivka Abulafia-Lapid, seorang dosen senior virologi di Hebrew University of Jerusalem, setuju dengan Hotez bahwa perawatan antivirus kemungkinan akan tersedia dalam waktu enam bulan dan lebih cepat daripada vaksin.

"Israel sudah memiliki 11 obat yang berbeda untuk diuji [pada pasien COVID-19] ... jadi saya akan mengatakan bahwa hal pertama yang keluar adalah obat yang akan secara umum disetujui oleh para ilmuwan dunia dan FDA [Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan AS], diikuti oleh vaksin,"kata Abulafia-Lapid.

Abulafia-Lapid, yang selama 25 tahun memimpin tim peneliti di Israel yang didedikasikan untuk mengembangkan vaksin yang dapat bertahan melawan HIV dan penyakit autoimun lainnya, mengatakan bahwa vaksin apa pun harus menjalani periode pengujian yang panjang yang melibatkan beberapa fase uji klinis.

baca juga

Selain itu, Abulafia-Lapid juga setuju bahwa perawatan serum antibodi yang sembuh bisa menyelamatkan banyak nyawa. Namun tantangannya ialah meningkatkan metode ini untuk ribuan orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Italia Tembus 8.000 Lebih

Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Italia Tembus 8.000 Lebih

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:50 WIB

Peraih Nobel Michael Levitt Sebut Pandemi Corona Covid-19 Segera Berakhir

Peraih Nobel Michael Levitt Sebut Pandemi Corona Covid-19 Segera Berakhir

Health | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:41 WIB

Wajib Tahu, Sisi Positif Pandemi Virus Covid-19

Wajib Tahu, Sisi Positif Pandemi Virus Covid-19

Video | Jum'at, 27 Maret 2020 | 09:05 WIB

Terkini

7 Cara Mengatasi Wajah Breakout dan Bruntusan Akibat Salah Moisturizer

7 Cara Mengatasi Wajah Breakout dan Bruntusan Akibat Salah Moisturizer

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:40 WIB

KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB

KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Datang ke Bali, Dirut Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM

Datang ke Bali, Dirut Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video

2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Raline Shah Resmi Mundur Sebagai Stafsus Menkomdigi Era Prabowo Subianto

Raline Shah Resmi Mundur Sebagai Stafsus Menkomdigi Era Prabowo Subianto

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Tarif Kamar Hotel Tempat Gubernur Rudy Masud Sarapan, Tembus Rp43 Juta per Malam

Tarif Kamar Hotel Tempat Gubernur Rudy Masud Sarapan, Tembus Rp43 Juta per Malam

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Perkuat Peran Posyandu Pada Enam Bidang SPM, TP Posyandu Pusat Beri Asistensi di Sorong

Perkuat Peran Posyandu Pada Enam Bidang SPM, TP Posyandu Pusat Beri Asistensi di Sorong

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pemprov DKI Siapkan 75 Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri pada 2027

Pemprov DKI Siapkan 75 Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri pada 2027

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Flek Hitam dan Ratakan Warna Kulit Usia 50-an

Urutan Skincare Malam Viva untuk Flek Hitam dan Ratakan Warna Kulit Usia 50-an

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:15 WIB

×