2 Pasien Covid-19 di AS Membaik Berkat Obat Leronlimab, Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 29 Maret 2020 | 07:48 WIB
2 Pasien Covid-19 di AS Membaik Berkat Obat Leronlimab, Apa Itu?
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

Suara.com - Dua pasien virus corona baru atau Covid-19 di New York City, AS, beralih dari ruang ICU dimana mereka menggunakan ventilator ke ruang rawat biasa dalam hitungan hari setelah mengonsumsi obat Leronlimab. Obat itu biasanya digunakan untuk pasien HIV dan kanker payudara.

Dilansir dari Daily Mail, Sabtu (28/3/2020), berdasarkan hasil uji coba dengan skala kecil, perusahaan bioteknologi CytoDyn percaya obat mereka, Leronlimab, memiliki potensi untuk mengobati pasien Corona Covid-19 dengan kondisi kritis.

Mereka percaya bahwa obat itu dapat meredakan'badai sitokin', atau banjir sel kekebalan yang dapat sama merusaknya dengan infeksi itu sendiri. Badai sitokin itu juga memicu peradangan paru-paru yang mengancam jiwa pada pasien virus corona baru.

Leronlimab hanya diuji pada tujuh pasien yang sakit kritis sejauh ini. Tetapi dua dari mereka kini tak perlu pakai ventilator atau alat bantu pernapasan. Sementara, dua pasien dengan peradangan parah yang membuat paru-paru mereka ke kegagalan organ, kini membaik.

Hingga kini memang masih belum ada obat yang disetujui efektif mengobati Corona Covid-19. Namun, CytoDyn adalah salah satu yang terbaru.

Gejala dan pencegahan Virus Corona (Coronavirus) Covid-19.
Gejala dan pencegahan Virus Corona (Coronavirus) Covid-19.

Kini obat itu sedang diuji untuk membantu menyelamatkan hidup pasien Corona Covid-19 di Amerika Serikat.

Jika terus menunjukkan hasil yang efektif, obat itu bisa saja mendapatkan persetujuan FDA paling cepat enam minggu.

Mengembangkan obat khusus untuk coronavirus Covid-19 sendiri membutuhkan waktu dan uang. Padahal para ilmuwan dan tenaga kesehatan terus berkejaran dengan jumlah pasien terus bertambah dan meninggal.

Para ilmuwan, universitas, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) semuanya kini berlomba untuk menguji obat yang ada atau obat yang sedang dikembangkan melawan virus yang seringkali mematikan itu.

Leronlimab sudah dalam uji coba dan menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk mengobati HIV. Tetapi para ilmuwan CytoDyn berpikir bahwa manfaat obat mereka untuk pasien coronavirus bukan seperti antivirus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sebut Obat Diabetes dan Hipertensi dapat Atasi Covid-19

Ilmuwan Sebut Obat Diabetes dan Hipertensi dapat Atasi Covid-19

Health | Jum'at, 27 Maret 2020 | 19:20 WIB

Profesor Nidom Klaim 2 Pekan Lagi Selesaikan Obat Virus Corona Covid-19

Profesor Nidom Klaim 2 Pekan Lagi Selesaikan Obat Virus Corona Covid-19

Jatim | Jum'at, 27 Maret 2020 | 18:16 WIB

Darah Penyintas Virus Corona Jadi Obat Pasien yang Masih Sakit, Bisakah?

Darah Penyintas Virus Corona Jadi Obat Pasien yang Masih Sakit, Bisakah?

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 15:59 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB