Cegah Virus Corona Covid-19, Berapa Kali Kita Perlu Mencuci Seprai?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 29 Maret 2020 | 16:35 WIB
Cegah Virus Corona Covid-19, Berapa Kali Kita Perlu Mencuci Seprai?
Ilustrasi membereskan tempat tidur di pagi hari. (Shutterstock)

Suara.com - Selama masa isolasi mandiri di dalam rumah demi mencegah penularan virus corona Covid-19, kita juga perlu menjaga kebersihan. Semua orang disarankan teratur mencuci tangan pakai sabun dan air demi mencegah penyebaran virus.

Selain cuci tangan, kita juga perlu menjaga kebersihan rumah, termasuk seprai. Karena, tempat tidur salah satu sarang kuman dan berkembangnya bakteri di rumah.

Oleh sebab itu, Anda perlu mencuci seprai, selimut, sarung bantal dan guling secara rutin. Seorang ahli mengatakan bahwa semua orang perlu mencuci seprai seminggu sekali.

Jika tidak selimut hingga seprai bisa menjadi sarang berkembang biaknya tungau yang menyebabkan masalah kesehatan.

Apabila Anda sedang sakit, maka perlu mencuci seprai dan selimut lebih dari sekali seminggu. Anda juga bisa merendamnya dalam air panas agar bakteri yang hidup di selimut dan seprai mati.

Selama ini banyak orang memilih membersihkan seprai dan selimutnya setelah 2 minggu. Padahal seprai dan selimut yang jarang dicuci itulah menjadi tempat terbaik berkembangnya bakteri. Begitu pula dengan piyama, sarung bantal dan guling.

Ilustrasi seprai (Shutterstock)
Ilustrasi seprai (Shutterstock)

Selain itu, Anda juga perlu membersihkan bantal tidur. Anda bisa memasukkan bantal tidur ke mesin cuci lalu dikeringkan sebelum dijemur untuk memastikan bantal tetap higenis.

Berikut ini dilansir oleh Mirror.co.uk, aturan seberapa sering Anda perlu mencuci perlengkapan di kamar tidur.

1. Selimut penutup atau lembaran bawah: Anda perlu mencucinya sekali seminggu. Jika Anda sakit, cuci selimut penutup lebih dari sekali seminggu untuk menyingkirkan bakteri.

baca juga

2. Sarung bantal: Anda perlu mencuci sarung bantal dan guling sekali hingga dua kali seminggu. Jika Anda sering tidur tengkurap, pastikan kebersihan sarung bantal perlu dijaga agar bakteri tak menempel di wajah.

3. Bantal: Selain sarung bantal, Anda juga perlu mencuci bantal setiap 3 bulan sekali agar tetap higenis.

4. Kasur: Anda juga perlu mencuci kasur setahun sekali untuk menghilangkan tungau dan membunuh bakteri yang menempel.

5. Selimut tempat tidur: Anda perlu mencuci selimut yang biasa dipakai tidur sekali hingga dua kali seminggu agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Anda juga perlu mencuci pakaian secara teratur untuk mengurangi risiko kuman atau bakteri ditularkan ke orang lain. Tapi dalam situasi tertentu, pakaian harus dicuci dalam suhu air yang lebih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jubir Covid-19 Sebut Ada Pasien Positif Belum Lakukan Isolasi Mandiri

Jubir Covid-19 Sebut Ada Pasien Positif Belum Lakukan Isolasi Mandiri

Health | Minggu, 29 Maret 2020 | 16:23 WIB

Isolasi Mandiri Baik untuk Kesehatan Kulit, Ini 4 Cara Merawatnya!

Isolasi Mandiri Baik untuk Kesehatan Kulit, Ini 4 Cara Merawatnya!

Health | Minggu, 29 Maret 2020 | 16:01 WIB

Bakteri Baik Ikut Mati Disemprot Disinfektan Berlebihan, Ini Kata Dosen UGM

Bakteri Baik Ikut Mati Disemprot Disinfektan Berlebihan, Ini Kata Dosen UGM

Jogja | Minggu, 29 Maret 2020 | 16:10 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×