Anak Sedang Stres Bisa Tak Tahu Gejalanya, Bunda Harus Waspada

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Anak Sedang Stres Bisa Tak Tahu Gejalanya, Bunda Harus Waspada
Ilustrasi anak stres karena belajar di rumah. [Shutterstock]

Stres pada anak gejalanya kerap tak terlihat karena berbeda dengan orang dewasa. Karena itu, orang tua harus waspada.

Suara.com - Anak Sedang Stres Bisa Tak Tahu Gejalanya, Bunda Harus Waspada

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bsia merasakan dan mengalami stres. Bedanya, stres pada anak gejalanya kerap tak terlihat karena berbeda dengan orang dewasa.

Apalagi saat situasi wabah virus corona yang memaksa kegiatan sekolah dilakukan di rumah. Psikolog Anak dan Keluarga Roslina Verauli, MPsi., Psi, mengatakan orang tua harus memahami gejala stres yang dialami anak.

"Anak gak paham apa itu stres. Mereka gak paham apa yang dialami, mereka sebetulnya gak suka. Kangen sekolah, kangen teman-teman, kangen gurunya. Sayangnya anak-anak gak bisa atau belum memahami bahwa mereka stres," kata psikolog yang akrab disapa Vera itu, dalam siaran langsung melalui Instagram Bebeclub, Minggu (29/3/2020) malam.

Vera menyampaikan ada beberapa ciri yang menjadi gejala bahwa anak-anak sedang mengalami stres. Ciri paling umum merupakan perubahan perilaku anak.

"Anak yang tadinya gak terlalu senang nempel sama ibunya belakangan kok pengen nempel terus. Anak yang semula ceria, mood-nya jadi mudah berubah," ucapnya.

Perubahan sikap itu bisa berakibat menjadi rendahnya rasa toleransi anak terhadap sekitar. Sehingga, lanjut Vera, anak akan mudah marah dan menangis ketika permintaannya tidak segera dikabulkan.

Sama halnya seperti orang dewasa, anak-anak yang mengalami stres juga bisa berdampak pada waktu tidurnya menjadi lebih banyak atau justru berkurang. Demikian juga dengan nafsu makannya akan berpengaruh.

"Kalau anak sudah mulai mengalami ini jangan-jangan anak sudah mulai stres," katanya.

Ilustrasi anak stres. (Shutterstock)
Ilustrasi anak stres. (Shutterstock)

Vera menyarankan agar orang tua menanyakan langsung pada anak kondisi yang dialaminya. Dengan demikian, anak akan merasa dipahami.

"Tanya saja, 'bosen gak di rumah aja, kangen gak sama temen-teman'. Biarkan mereka cerita agar merasa diperhatikan," katanya.

Jika memiliki saudara kakak atau adik, orang tua bisa melibatkan mereka untuk bermain bersama di rumah. Namun jika tidak ada, dengan memanfaatkan telepon video, biarkan anak bermain dengan teman-temannya.

"Hubungi teman-temannya, mereka bisa whatsapp call sama-sama di jam tertentu via online tentunya. Ini bisa mengurangi kerinduan si kecil," ucap Vera.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS