Amerika Serikat Sahkan Alat Tes Covid-19 dengan Kecepatan 2 Menit

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 01 April 2020 | 13:29 WIB
Amerika Serikat Sahkan Alat Tes Covid-19 dengan Kecepatan 2 Menit
Ilustrasi alat test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Kabar baik, Food and Drug Administration (FDA) Amerika telah menyetujui alat tes virus corona yang hanya membutuhkan waktu 2 menit saja. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi antibodi melalui darah yang dapat membantu deteksi apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Dilansir dari The Sun, alat tersebut dikembangkan oleh perusahaan bernama Bodysphare. Alat ini mendeteksi virus dalam tubuh, cara kerjanya hampir  mirip dengan alat kecil untuk tes kadar gula.

Alat itu khusus untuk digunakan para profesonal medis dan melihat antibodi seseorang apakah sudah terkena virus atau belum. 

Tes ini efektif jika seseorang telah terinfeksi selama beberapa hari namun tidak ada gejala yang signifikan. Berbeda dengan kebanyakan tes yang memakan waktu lama untuk mengetahui hasilnya, alat ini hanya butuh 10 hingga 15 menit untuk menampilkan hasil positif atau negatif.

Gejala dan Penanganan Pasien Covid-19
Gejala dan Penanganan Pasien Covid-19

Setelah disahkan oleh FDA,  alat dari Bodysphare baru ini baru akan disebar seluruh negara bagian Amerika Srikat.

Perusahaan tersebut menagetkan rumah sakit, ruang gawat darurat, dan pusat perawatan darurat rumah sakit beberapa minggu mendatang. Pihaknya juga akan memproduksi jutaan alat untuk disebarkan ke seluruh negeri.

Laboratorium Abbot Amerika Serikat juga mengumumkan akan menyebarkan alat tes cepat sebanyak 50.000 kit pada minggu pertama. Tes dua menit tersebut juga telah dinyatakan oleh pihak gedung putih melalui Presiden Donald J. Trump pada Senin (30/3/2020). Ia menyatakan bahwa satu juta orang Amerika telah melakukan tes.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Menurut The Sun, pada pertengahan Maret, Presiden Trump juga sempat menjanjikan bahwa akan tersedia 27 juta alat tes di akhir bulan Maret.

Dilaporkan per Selasa (31/3/2020), kasus Covid-19 di Amerika Serikat mencapai 165.000 kasus dengan angka kematian 3.400 kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai Hari Ini 30 Ribu Napi Hirup Udara Bebas karena Darurat Corona

Mulai Hari Ini 30 Ribu Napi Hirup Udara Bebas karena Darurat Corona

News | Rabu, 01 April 2020 | 12:52 WIB

Rapid Test Pakai Serum, Pemprov Klaim Alatnya Lebih Baik Deteksi Corona

Rapid Test Pakai Serum, Pemprov Klaim Alatnya Lebih Baik Deteksi Corona

News | Rabu, 01 April 2020 | 12:52 WIB

Jadi Pilihan Terakhir, Masker Kain Boleh Dipakai oleh Orang Sehat

Jadi Pilihan Terakhir, Masker Kain Boleh Dipakai oleh Orang Sehat

Health | Rabu, 01 April 2020 | 12:51 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB