Penelitian Temukan Virus Corona Covid-19 Bisa Menembus Plasenta Janin

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 02 April 2020 | 08:40 WIB
Penelitian Temukan Virus Corona Covid-19 Bisa Menembus Plasenta Janin
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Wabah virus corona Covid-19 sempat dianggap tidak akan berdampak pada bayi yang baru lahir. Tetapi, 3 studi baru menunjukkan bahwa virus mematikan ini bisa mencapai janin di dalam rahim.

Sebuah studi telah mengatakan bahwa virus corona Covid-19 hanya berdampak sedikit pada bayi baru lahir. Karena, virus corona Covid-19 ini tidak bisa menembus plasenta yang melindungi janin

"Saya tidak melihat virus corona Covid-19 bisa menembus atau melintasi plasenta," kata Dr. Carolyn dari University of Pittsburgh yang mempelajari tentang plasenta sebagai penghalang virus dikutip dari New York Times.

Meski begitu, penelitian ini perlu jadi perhatian. Jika, virus bisa menembus plasenta. Kondisi ini bisa menimbulkan risiko bagi janin pada awal kehamilan. Karena, kondisi otak janin lebih rentan di awal kehamilan.

Di sisi lain, wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi pernapasan, seperti influenza dan berisiko mengalami komplikasi pada dirinya sendiri maupun bayinya.

Ilustrasi bayi baru lahir (shutterstock)
Ilustrasi bayi baru lahir (shutterstock)

Namun, dr. Christina Chambers, seorang ahli epidemiologi perinatal di University of California di San Diego masih belum yakin kalau wanita hamil lebih rentan terinfeksi virus corona Covid-19 atau tidak.

"Kami sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang ibu hamil lebih rentan terinfeksi virus corona Covid-19 atau tidak," jelas Christina Chambers yang juga tidak tahu efek virus pada janin.

Plasenta biasanya menghalangi virus dan bakteri berbahaya yang bisa mencapai janin. Karena itu, antibodi bermanfaat dari ibu bisa menjaga janin dari kuman dan virus apapun, sebelum dan sesudah kelahiran.

Namun, ada beberapa virus bisa saja mencapai janin. Contohnya? Simak ulasan selanjutnya di halaman berikut.

Meski begitu, beberapa virus bisa saja mencapai janin dan menyebabkan bahaya besar. Contohnya Zika, virus yang bisa menyebabkan mikrosefali dan kerusakan neurologus yang mendalam, terutama pada trimester pertama dan kedua.

Dalam kondisi ini, virus corona Covid-19 bisa lebih berbahaya daripada virus lainnya. Virus ini bisa meningkatkan risiko keguguran dan kelahiran prematur yang lebih tinggi.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Sebuah penelitian terhadap 9 bayi di Wuhan, China yang diterbitkan di The Lancet menyimpulkan bahwa virus corona Covid-19 bisa berpindah dari ibu ke janin.

Tetapi, dua penelitian terbaru di JAMA menemukan tingginya tingkat antibodi pada bayi yang disebut immunoglobulin G, yang dibawa ibu ke janin melalui plasenta. Tetapi pada ketiga bayi, studi itu juga menemukan bukti jenis antibodi lain yang disebut immunoglobulin M yang mengenali virus corona Covid-19.

Dalam salah satu studi, para peneliti menemukan kadar IgM yang tinggi pada bayi dua jam setelah kelahiran. Kadar IgM meningkat selama beberapa hari, sehingga temuan ini berpendapat bahwa bayi yang baru lahir terpapar virus selama persalinan.

Kelemahan utama dari studi ini adalah para peneliti tidak menguji plasenta, darah tali pusat atau cairan ketuban dan hubungannya dengan virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sangka Bebas Cepat karena Wabah Corona, 26 Napi di Padang Sujud Syukur

Tak Sangka Bebas Cepat karena Wabah Corona, 26 Napi di Padang Sujud Syukur

News | Rabu, 01 April 2020 | 20:09 WIB

Ancaman Covid-19 Kembali Meningkat, AS Pakai Plasma Darah Obati Corona

Ancaman Covid-19 Kembali Meningkat, AS Pakai Plasma Darah Obati Corona

Health | Rabu, 01 April 2020 | 20:00 WIB

Banyak Pasien Virus Corona Covid-19 Butuh Ventilator, Apa Fungsinya?

Banyak Pasien Virus Corona Covid-19 Butuh Ventilator, Apa Fungsinya?

Health | Rabu, 01 April 2020 | 18:11 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB