Gejala Virus Corona Covid-19 pada Anak Lebih Ringan, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Gejala Virus Corona Covid-19 pada Anak Lebih Ringan, Kok Bisa?
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Ahli belum menemukan alasan gejala virus corona Covid-19 pada anak-anak lebih ringan, tetapi ada beberapa faktor yang mungkin mendukungnya.

Suara.com - Anak-anak disebut kelompok orang yang paling rentan terinfeksi virus corona Covid-19. Tetapi, para ahali justru menemukan gejala virus corona Covid-19 pada anak-anak lebih ringan daripada orang dewasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) - China Joint Mission dikutip dari Health, menemukan anak-anak usia 18 tahun atau lebih muda yang terinfeksi virus corona Covid-19 hanya 2,4 persen di China.

Penelitian oleh CDC juga menunjukkan bahwa umumnya anak-anak yang terinfeksi virus corona Covid-19 hanya mengalami gejala ringan.

Menurut CDC, anak-anak sangat jarang mengalami komplikasi parah akibat infeksi virus corona Covid-19. Meski begitu, orangtua perlu mengetahui beberapa hal yang bisa melindungi anaknya dari virus corona Covid-19.

CDC mengatakan kebanyakan anak-anak yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami gejala seperti pilek, yakni demam, pilek dan batuk. Ada pula yang mengalami masalah pencernaan, seperti muntah dan diare. Tapi, ada pula yang tidak mengalami gejala apapun.

Para ahli masih belum mengetahui penyebab anka-anak hanya mengalami gejala ringan ketika terinfeksi virus corona Covid-19. Karena, virus corona Covid-19 ini masih tergolong penyakit baru.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Selain gejalanya yang ringan, anak-anak juga memiliki risiko penularan yang lebih rendah daripada orang dewasa. Ahli juga belum mengetahui penyebabnya.

"Kami tidak tahu pasti penyebabnya. Semua ahli dan dokter penyakit menular masih mengamati penyakit baru ini," kata KC Rondello, MD, profesor rekanan klinis di Sekolah Tinggi Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Adelphi.

Tetapi, ada beberapa hal yang memungkinkan anak-anak mengalami gejala ringan ketika terinfeksi virus corona Covid-19.

1. Anak memiliki respons kekebalan tubuh yang baik

Anak-anak memiliki respons sistem kekebalan tubuh yang lebih baik daripada orang dewasa. Kondisi ini membantu mereka melawan patogen daripada orang dewasa.

Seperti di China, 9 bayi terinfeksi virus corona Covid-19 berusia 1 hingga 11 bulan. Tetapi, mereka semua tidak ada yang membutuhkan perawatan intensif dan tidak mengalami komplikasi parah.

2. Anak-anak memiliki perlindungan dari imunologisnya

Menurut Dr Rondello, anak-anak lebih sering mengalami pilek. Karena itu, gejala yang mereka alami lebih ringan ketika terinfeksi virus corona. Artinya, mereka memiliki perlindungan imunologisnya sendiri sehingga kebal terhadao virus corona Covid-19.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

3. Anak-anak lebih jarang terpapar orang yang sudah terinfeksi virus

Para ahli juga mengatakan anak-anak mungkin lebih jarang terpapar virus corona Covid-19 daripada orang dewasa. Meskipun orang dewasa lebih bisa berhati-hati, tetapi mereka lebih sering mengunjungi tempat-tempat yang rentan penularan virus corona Covid-19.

4. Anak-anak belum merokok

Kebiasaan merokok salah ssatu yang menyebabkan seseorang lebih berisiko terinfeksi virus corona Covid-19. Karena itu, anak-anak sudah pasti belum merokok sehingga mereka tidak rentan terhadap infeksi pernapasan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS