Di Jepang, Rawat Inap di RS Kini Khusus untuk Pasien Corona yang Parah

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 04 April 2020 | 05:23 WIB
Di Jepang, Rawat Inap di RS Kini Khusus untuk Pasien Corona yang Parah
Jepang karantina ribuan warga di kapal pesiar terkait pemeriksaan virus corona. (Foto: AFP)

Suara.com - Di Jepang, Rawat Inap di RS Kini Khusus untuk Pasien Corona yang Parah

Kekurangan tempat tidur dan kamar di rumah sakit karena pandemi virus Corona Covid-19 rupanya juga dialami oleh Jepang.

Dilansir Antara, pemerintah Jepang menyatakan pada Jumat (3/4/2020) bahwa pihaknya telah mengimbau pemerintah daerah yang terdampak paling serius wabah Covid-19 agar menghemat ruangan di rumah sakit dan perawatan inap diprioritaskan bagi pasien dengan kondisi parah.

Sementara pasien yang mengalami gejala lebih ringan atau bahkan yang tidak menunjukkan gejala apapun bisa dirawat di rumah. Langkah ini memunculkan perhatian tentang tekanan terhadap sistem kesehatan Jepang.

Hingga saat ini, Jepang masih menyediakan perawatan rumah sakit bagi seluruh pasien Covid-19 tanpa mengesampingkan gejala mereka. Namun, para pakar menyebut ranjang-ranjang rumah sakit kebanyakan menumpuk di ibu kota Tokyo dan kurang di kota lainnya.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike sebelumnya menyebut bahwa pihaknya akan memprioritaskan keselamatan nyawa pasien yang berada dalam kondisi serius serta meminta masyarakat sehat untuk tetap tinggal di rumah.

Jepang di sisi lain tidak mengalami lonjakan kasus seperti yang terjadi di beberapa negara di Eropa atau Amerika Serikat. Per hari ini, Jepang melaporkan sebanyak total 2.617 kasus, menurut data mutakhir worldometers.info, sementara jumlah kasus corona secara global telah melampaui angka satu juta.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. [AFP/Kazuhiro Nogi]
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. [AFP/Kazuhiro Nogi]

Kota Tokyo sendiri adalah lokasi dengan kasus infeksi terbanyak di Jepang dengan catatan sebanyak 684 kasus yang relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah populasi yang menghuni kota itu sebanyak hampir 14 juta jiwa.

Namun, para ahli mengkhawatirkan kenaikan persentase tersebut dari kasus-kasus yang saat ini belum dapat terlacak.

baca juga

Menurut laporan Kantor Berita Jepang Kyodo, beberapa orang yang menghadiri pentas musik di Shibuya pada 20 Maret, berikut seorang penampil, dinyatakan positif Covid-19. Lokasi itu menambah jumlah klaster penularan corona per akhir Maret menjadi 26 lokasi, berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

Kondisi demikian membuat sejumlah pihak meminta Perdana Menteri Shinzo Abe untuk mengumumkan status darurat nasional, misalnya seorang miliarder pengusaha, pemilik perusahaan perdagangan daring Rakuten, Hiroshi Mikitani.

"Bagaimana mungkin Anda mengatakan ini bukanlah situasi darurat? Bapak Abe, tolong nyatakan status darurat saat ini juga!" tulis Mikitani dalam cuitan di Twitter. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gapensi Minta Dibebaskan Denda Proyek Molor karena Virus Corona

Gapensi Minta Dibebaskan Denda Proyek Molor karena Virus Corona

Bisnis | Sabtu, 04 April 2020 | 03:05 WIB

Hampir 100 Posko Akan Hadang Pemudik ke Jatim, Diperiksa Corona

Hampir 100 Posko Akan Hadang Pemudik ke Jatim, Diperiksa Corona

Jatim | Sabtu, 04 April 2020 | 04:05 WIB

Djarum Foundation Sumbangkan Rp 1,5 Miliar untuk Penanganan Virus Corona

Djarum Foundation Sumbangkan Rp 1,5 Miliar untuk Penanganan Virus Corona

Press Release | Sabtu, 04 April 2020 | 02:40 WIB

Terkini

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi

Lampung | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:03 WIB

5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Baterai Tahan Lama sampai 10.000 mAh, Mulai Rp2 Jutaan

5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Baterai Tahan Lama sampai 10.000 mAh, Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:01 WIB

×