Benarkah Hanya Ada Sedikit Anak-anak yang Terinfeksi Covid-19?

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah
Benarkah Hanya Ada Sedikit Anak-anak yang Terinfeksi Covid-19?
ilustrasi anak sakit (Shutterstock)

Diperkirakan jumlah anak-anak yang terinfeksi virus corona baru hampir sama dengan orang dewasa.

Suara.com - Laporan awal tentang pandemi virus corona baru menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak dan remaja tidak berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi Covid-19. Tapi sayangnya, virus ini justru mengancam kesehatan dengan cara lain.

Tidak hanya rumah sakit umum yang kekurangan pasokan APD, beberapa rumah sakit anak pun mengalami hal yang sama.

Menurut laporam NBC News, banyak rumah sakit anak di Ohio yang kehabisan masker pelindung dan pakaian medis.

Selain itu, tanpa pengujian yang luas, dokter tidak dapat mengetahui secara pasti berapa banyak pasien anak-anak yang telah terinfeksi virus, sehingga sulit untuk mengendalikan penyebarannya.

Hal ini membuat rumah sakit anak membatalkan sebagian besar operasi elektif dan memaksa dokter dan perawat untuk mulai menjatah APD.

Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Beberapa dokter khawatir virus itu dapat menyebar secara diam-diam ke rumah sakit mereka, mengancam para pekerja medis dan anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

"Ini bukan situasi yang sama dengan rumah sakit penerima publik, tetapi banyak rumah sakit anak-anak besar, mereka sudah kewalahan dengan permintaan sekarang," kata Mark Wietecha, presiden dan CEO dari Asosiasi Rumah Sakit Anak (CHA) berbasis di Washington.

Di sisi lain, diperkirakan jumlah anak-anak yang terinfeksi hampir sama dengan orang dewasa.

"Hanya saja ketika mereka mendapatkan infeksi, mereka mendapatkan gejala yang jauh lebih ringan," jelas Andrew Pollard, profesor infeksi anak dan kekebalan di Universitas Oxford.

Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

BBC melaporkan, data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China pun menunjukkan kasus anak di bawah 19 tahun terdiri dari 2% dari 72.314 kasus Covid-19 hingga 20 Februari.

Anak-anak lebih kecil kemungkinannya terinfeksi daripada orang dewasa, tetapi sangat mungkin data itu bias oleh fakta bahwa, di beberapa negara, pengujian hanya ditawarkan kepada mereka yang muncul di rumah sakit dengan gejala parah Covid-19, sangat sedikit di antaranya adalah anak-anak.

"Jelas, lebih banyak anak yang terinfeksi daripada yang kita duga. Kita tidak menguji setiap anak di negara ini," tutur Sanjay Patel, seorang konsultan penyakit menular anak di Southampton Children's Hospital.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS