Kabar Baik, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Corona Covid-19 pada Hewan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 07 April 2020 | 06:41 WIB
Kabar Baik, Ilmuwan Australia Uji Coba Vaksin Corona Covid-19 pada Hewan
Ilustrasi vaksin Corona Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Kabar baik datang dari para ilmuwan di Australia yang memulai uji coba terhadap hewan untuk dua vaksin yang potensial mengatasai virus Corona Covid-19.

Namun, para ahli menyatakan bahwa jika uji coba berhasil, mungkin vaksin belum bisa diproduksi secara massal hingga tahun depan.

Uji coba itu tengah dikembangkan oleh Universitas Oxford di Inggris dan di Amerika Serikat oleh Inovio Pharmaceuticals bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Peneliti mengatakan bahwa uji coba dilakukan pada hewan, karena merupakan langkah mendasar dalam mencari vaksin untuk manusia.

Lembaga sains nasional Australia juga menyatakan, uji coba itu untuk mengetahui apakah vaksi akan aman untuk manusia atau tidak.

Saat ini, vaksin sedang diuji pada musang karena hewan itu tertular virus yang sama dengan manusia.

Ilustrasi ilmuwan atau peneliti berlomba-lomba menemukan vaksin Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi ilmuwan atau peneliti berlomba-lomba menemukan vaksin Corona Covid-19. (Shutterstock)

“Mereka sangat signifikan. Maksud saya, ini adalah teknologi terdepan dunia dan ini pertama kalinya di dunia kami melakukan tes model hewan ini untuk melihat dua kandidat vaksin. Keduanya didanai oleh koalisi CEPI," kata Jane Halton, kepala Koalisi Australia untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi atau CEPI, seperti dilansir dari laman Medical Daily.

Menurut para peneliti, uji coba vaksin itu penting karena kebutuhan dunia dalam menemukan pengobatan yang efektif untuk virus corona, mengingat pandemi belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Karena dorongan itu, kolaborasi internasional dalam melakukan penelitian dilakukan tanpa henti dan cepat. Bahkan saat ini dilaporkan ada sekitar 20 vaksin yang sedang dikembangkan dari seluruh dunia.

baca juga

Menurut para peneliti Australia pengujian hewan untuk vaksin potensial biasanya diperlukan waktu hingga dua tahun. Namun kali ini, hanya butuh dua bulan.

Namun begitu, meskipun pengujian pada hewan ternyata berhasil, vaksin tetap tidak diproduksi secara massal sampai tahun 2021. Karena vaksin baru biasanya memakan waktu dengan melewati standar internasional hingga dikirim ke seluruh Dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 07:06 WIB

Sarankan Pengujian Vaksin di Afrika, Dua Dokter Prancis Dikecam

Sarankan Pengujian Vaksin di Afrika, Dua Dokter Prancis Dikecam

Health | Minggu, 05 April 2020 | 18:37 WIB

Wow, Perusahaan Farmasi AS Sebut Vaksin Covid-19 Siap Beredar Tahun Depan

Wow, Perusahaan Farmasi AS Sebut Vaksin Covid-19 Siap Beredar Tahun Depan

Health | Selasa, 31 Maret 2020 | 13:49 WIB

Terkini

Emiten TAPG Mulai Investasi Jangka Panjang di Sektor Lingkungan

Emiten TAPG Mulai Investasi Jangka Panjang di Sektor Lingkungan

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:39 WIB

Kerusakan Alat Lumpuhkan ATM 128 Bank, Pengelola Pastikan Bukan Serangan Siber

Kerusakan Alat Lumpuhkan ATM 128 Bank, Pengelola Pastikan Bukan Serangan Siber

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:37 WIB

Beras SPHP Diduga Dioplos, Begini Modus Mafia Beras Kelabui Konsumen

Beras SPHP Diduga Dioplos, Begini Modus Mafia Beras Kelabui Konsumen

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:27 WIB

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Bikin Pengunjung Betah dan Ingin Kembali? Ini yang Perlu Dibenahi Tempat Wisata

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 16:22 WIB

Hasto Tuntaskan Soekarno Run Blitar, Acungkan Salam Tiga Jari di Garis Finish

Hasto Tuntaskan Soekarno Run Blitar, Acungkan Salam Tiga Jari di Garis Finish

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:10 WIB

Juni and the Anything Tree, Suara Kecil Anak-Anak untuk Menyelamatkan Alam

Juni and the Anything Tree, Suara Kecil Anak-Anak untuk Menyelamatkan Alam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 16:10 WIB

3 Zodiak Paling Hoki dan Bahagia Hari Ini, Minggu 8 November 2026: Keberuntungan Besar Menanti Anda

3 Zodiak Paling Hoki dan Bahagia Hari Ini, Minggu 8 November 2026: Keberuntungan Besar Menanti Anda

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 16:07 WIB

ISIS Come Back! Sudah Serang Israel Sejak Sebulan Lalu

ISIS Come Back! Sudah Serang Israel Sejak Sebulan Lalu

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:05 WIB

Helikopter Jatuh di Sungai Barito, Dua WNA Selamat, 1 Awak WNI Masih Dicari

Helikopter Jatuh di Sungai Barito, Dua WNA Selamat, 1 Awak WNI Masih Dicari

News | Minggu, 08 November 2026 | 15:59 WIB

Kemensos Sebut Adopsi 8 Anak WNI di Singapura Ilegal, Diduga Korban Sindikat Perdagangan Anak

Kemensos Sebut Adopsi 8 Anak WNI di Singapura Ilegal, Diduga Korban Sindikat Perdagangan Anak

News | Minggu, 08 November 2026 | 15:49 WIB

×