China Dukung Obat Herbal untuk Corona Covid-19, Ahli Ungkap Risikonya

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 07 April 2020 | 16:01 WIB
China Dukung Obat Herbal untuk Corona Covid-19, Ahli Ungkap Risikonya
Ilustrasi Pengobatan Herbal. (Shutterstock)

Suara.com - Saat virus corona Covid-19 mewabah di China, para pejabat pemerintah mendorong penggunaan obat tradisional untuk pengobatan dan pencegahan. Tetapi, para ahli mengingatkan bahwa praktik ini bisa membuat masyarakat memiliki rasa aman yang palsu di tengah pandemi.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan bulan lalu bahwa lebih dari 80 ribu pasien corona Covid-19 menjalani bentuk pengobatan tradisional China untuk meredakan gejalanya.

Menurut Yu Yanhong, sekretaris Administrasi Negara Pengobatan Tradisional China dilansir dari NBC News, obat tradisional bisa mengurangi gejala, tingkat keparahan virus, meningkatkan peluang pemulihan dan mengurangi tingkat kematian.

Tetapi, obat herbal yang diekspor dari China sebagai bagian upaya memerangi virus corona Covid-19 di seluruh dunia ini masih banyak pertimbangan.

Dr Edzard Ernst, profesor emeritus pengobatan komplementer di Universitas Exeter Inggris mengatakan pengobatan herbal dari China ini bisa menimbulkan risiko langsung dan tidak langsung pada pasien.

"Campuran TCM bisa beracun, terkontaminasi atau dipalsukan dengan obat resep. Obat herbal ini juga bisa berinteraksi dengan obat resep dari dokter," kata Edzard.

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Menurut Edzard, pengobatan tradisional ini bisa memberikan rasa aman yang salah pada pasien. Metode ini juga bisa membuat mereka mengabaikan obat resep dari dokter atau terapi medis lainnya yang sudah terbukti benar.

Sebelumnya, pengobatan tradisional China ini sudah ada sejak lebih dari 3.000 tahun. Pengobatan ini mencakup pendekatan diagnostik, seperti pemeriksaan denyut nadi, lidah pasien dan berbagai perawatan, termasuk menelan gingseng dan akupuntur.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pengobatan tradisional ini telah menyumbang hibgga setengan dari semua obat yang tersedia di China. Bahkan lebih dari 7.000 obat herbal sudah tersedia di apotek dan lolos administrasi produk medis nasional.

Adapun formula herbal utama yang direkomendasikan untuk pengobatan corona Covid-19 adalah kapsul jinhua qinggan, kapsul lianhua qingwen dan kapsul shufeng jiedu. Obat-obatan ini terdiri dari kombinasi belasan jenis obat herbal.

Ilustrasi seeorang perempuan pengenakan masker kain. [Shutterstock]
Ilustrasi seeorang perempuan pengenakan masker kain. [Shutterstock]

Tapi, Dan Larhammar, ahli biologi sel molekul dan presiden Royal Swedish Academy of Sciences tidak yakin akan kemanjuran obat tradisonal China karena kurang detailnya informasi mengenai obat-obatan tersebut.

"Kami perlu tahu produk itu secara spesifik, dari fungsi dan buktinya," katanya.

Sementara itu, jurnal Jepang BioScience Trends dan Chinese Journal of Integrative Medicine justru mendukung pengobatan tradisional China. Namun, Lahammar berpandangan bahwa pengobatan tradisonal itu masih kurang penelitian secara ilmiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapasitas 25 Orang, Kemenkumham Siapkan Sel Khusus Napi Positif Corona

Kapasitas 25 Orang, Kemenkumham Siapkan Sel Khusus Napi Positif Corona

News | Selasa, 07 April 2020 | 15:58 WIB

Ancaman Meningkat, Masyarakat Yogyakarta Diimbau Tetap Waspada DBD

Ancaman Meningkat, Masyarakat Yogyakarta Diimbau Tetap Waspada DBD

Jogja | Selasa, 07 April 2020 | 15:03 WIB

Pertama Sejak Januari, Tidak Ada Kematian karena Virus Corona di China

Pertama Sejak Januari, Tidak Ada Kematian karena Virus Corona di China

Health | Selasa, 07 April 2020 | 15:32 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB