Anak Demam Hingga Kejang, Haruskah Orang Tua Panik? Ini Penjelasan Dokter

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 08 April 2020 | 15:17 WIB
Anak Demam Hingga Kejang, Haruskah Orang Tua Panik? Ini Penjelasan Dokter
anak sakit demam hingga kejang. (Shutterstock)

Suara.com - Anak Demam Hingga Kejang, Haruskah Orang Tua Panik? Ini Penjelasan Dokter

Anak demam hingga kejang bisa membuat orang tua panik. Lalu bagaimana penanganannya? Haruskah dibawa ke rumah sakit atau dokter?

Tapi tenang, Konsultan Saraf Anak Prof. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K) mengatakan kejang tidaklah berbahaya, dan itu biasanya terjadi pada anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun.

"Demam yang disebabkan kejang, anak-anak ini alami kejang kalau demam, ini karena sel sarafnya tidak tahan terhadap demam, untungnya kejang demam dari anak berumur 6 bulan sampai 5 tahun," ujar Prof. Hardiono dalam teleconference Klinik Anakku, Rabu (8/4/2020).

Akibat saraf yang tidak tahan terhadap demam, alhasil terjadilah kejang. Tapi untungnya, kejang demam sederhana ini tidak berlangsung selama lebih dari 15 menit. Bahkan sebelum dokter memberikan obat, kejang tersebut sudah berhenti.

"Biasanya kejang demam sederhana tidak berulang. Satu kali satu hari, anak alami panas tinggi dengan cepat, anaknya kejang. Sebelum 15 menit sudah berhenti sendiri kejangnya," kata dia.

Nah, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dimana bukan lagi termasuk kejang sederhana, seperti kejang dialami pada anak kurang dari 6 bulan, dan pada anak dengan usia lebih dari 5 tahun.

"Kalau kejang kurang dari 6 bulan hati-hati. Kalau kejang lebih dari 5 tahun juga hati-hati" ungkapnya.

Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak demam hingga kejang. (Shutterstock)

Prof. Hardiono mengatakan yang ditakutkan jika kejang terjadi di usia kurang dari 6 bulan ada yang bermasalah dengan otak di anak. Maka biasanyanya dokter akan melakukan pemeriksaan EEG, mesin yang bisa menggambarkan rekaman listrik di otak.

baca juga

Sedangkan jika kejang terjadi ketika usia anak sudah lebih dari 5 tahun, yang dikhawatirkan terjadinya meningitis dan ensefalitis yang ditandai dengan anak tidak sadar, tangan dan tukai kaku.

"Tapi kasus ini jarang terjadi, berkembang dari kasus sederhana," katanya.

Dan apabila durasi kejang lebih dari 15 menit, berulang dalam sehari, dengan kejang sebelah dan sebelahnya lagi diam. Maka itu dinamakan kejang kompleks.

"Kejang demam khusus lebih dari 30 menit, status epilepticus, kejang tanpa demam, namanya epilepsi, tapi berselang seling dengan kejang demam, ngobatinnya agak susah," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Wanita Kejang-kejang di PN Jaktim Tenyata Lagi Gugat Cerai Suami

Geger! Wanita Kejang-kejang di PN Jaktim Tenyata Lagi Gugat Cerai Suami

News | Kamis, 02 April 2020 | 19:02 WIB

Perempuan Mendadak Kejang-kejang di PN Jakarta Timur, Pengunjung Panik

Perempuan Mendadak Kejang-kejang di PN Jakarta Timur, Pengunjung Panik

News | Kamis, 02 April 2020 | 16:39 WIB

Bantah Corona, KCI Sebut Pria Bermasker Kejang-kejang karena Telat Makan

Bantah Corona, KCI Sebut Pria Bermasker Kejang-kejang karena Telat Makan

News | Kamis, 19 Maret 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×