Bisakah Kekhawatiran Terhadap Virus Corona Covid-19 sebabkan OCD?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 09 April 2020 | 11:51 WIB
Bisakah Kekhawatiran Terhadap Virus Corona Covid-19 sebabkan OCD?
Obsessive Compulsive Disorder (OCD) (shutterstock)

Suara.com - Wabah virus corona Covid-19 tidak hanya memengaruhi kehidupan sosial, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran publik. Pada kondisi ini, orang dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD) tentu butuh upaya lebih untuk mengelola kondisinya.

Ahli kesehatan telah menyarankan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus, seperti mencuci tangan, menjaga jarak sosial, menghindari orang sakit dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh.

Namun dilansir oleh webmd.com, orang dengan OCD mungkin perlu langkah yang lebih untuk mengelola kondisinya. Beberapa orang dengan OCD mungkin merasa kondisinya memburuk ketika khawatir dengan virus corona. Covid-19.

Orang dengan OCD sering kali memiliki pikiran atau obsesi yang tidak disukai, seperti ide, gambar, perasaan dan keinginan untuk bertindak. Bagi seseorang yang menderita OCD, obsesi-obsesi ini bisa terasa seperti tanda peringatan bahaya dan melakukan hal-hal tertentu (kompulsi) dapat membantu mengatasi kecemasannya.

Lalu, bisakah kekhawatiran akibat virus corona Covid-19 menyebabkan OCD?

Ilustrasi cemas di depan laptop
Ilustrasi cemas di depan laptop

Saat ini semua orang didesak untuk menjaga kebersihan demi mencegah penularan virus corona Covid-19. Beberapa orang mungkin memiliki rasa takut dan khawatir berlebihan karena kondisi ini.

Bentuk ketakutan ini seperti khawatir tidak cukup cuci tangan sekali, takut berdiri di dekat orang yang terlihat sehat tetapi membawa virus dan Anda bisa terinfeksi serta menyebatkan virusnya ke orang lain.

Tapi, kekhawatiran terhadap virus corona Covid-19 ini tidak akan menyebabkan OCD. Kekhawatiran ini hanya sebatas membuat seseorang tidak bisa menjalanlam rutinitasnya.

Karena, OCD bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti perubahan otak atau kimia tubuh, genetik dan kebiasaan yang dipelajari sejak lama. Uniknya, OCD adalah perilaku yang merupakan pola jangka panjang. 

baca juga
Ilustrasi cemas atau khawatir [Shutterstock]
Ilustrasi cemas atau khawatir [Shutterstock]

OCD tidak bisa terjadi secara tiba-tiba, termasuk ketika menghadapi situasi yang sama menyusahkannya dengan corona Covid-19.

Banyak orang merasa cemas tentang wabah virus corona Covid-19. Tapi orang yang tidak memiliki OCD, kekhawatiran ini tidak akan membuat Anda merasa harus melakukan ritual atau paksaan seperti orang OCD.

Terkadang, mereka masih bisa beristirahat sejenak dari kekhawatirannya sambil mengikuti panduan untuk menjaga diri dari virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ortunya Tak Terjangkit, Bayi 2 Tahun Sakit-sakitan dan Berstatus PDP Corona

Ortunya Tak Terjangkit, Bayi 2 Tahun Sakit-sakitan dan Berstatus PDP Corona

News | Kamis, 09 April 2020 | 10:10 WIB

Berstatus PDP COVID-19, Anggota DPRD Lombok Barat Meninggal Dunia

Berstatus PDP COVID-19, Anggota DPRD Lombok Barat Meninggal Dunia

News | Kamis, 09 April 2020 | 09:57 WIB

Update Corona Covid-19 Global 9 April 2020:  Pasien Sembuh Capai 79 Persen

Update Corona Covid-19 Global 9 April 2020: Pasien Sembuh Capai 79 Persen

Health | Kamis, 09 April 2020 | 09:53 WIB

Terkini

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

×