Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tips Menjaga Diri dari Paparan Abu Vulkanik

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 11 April 2020 | 13:24 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tips Menjaga Diri dari Paparan Abu Vulkanik
Warga beraktivitas dengan latar belakang awan panas semburan Gunung Anak Krakatau terlihat dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

Suara.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM melaporkan bahwa telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/04/2020) sekitar pukul 21.58 WIB.

Letusan Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda tersebut membentuk kolom abu berketinggian mencapai 500 meter dari puncak gunung.

Durasi semburan abu Gunung Anak Krakatau terjadi selama 38,4 menit. Kolom abu juga teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan condong mengarah ke arah utara.

Hingga kini status Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level II atau waspada dengan konsekuensi. Warga pun tidak boleh mendekat dalam radius dua kilometer.

Saat terjadi erupsi gunung, orang disarankan untuk tetap berada di dalam rumah untuk membatasi paparan terhadap abu.

Sebab, menghirup abu vulkanik dapat menjadi gangguan dan menyebabkan ketidaknyamanan, dan mungkin memiliki efek kesehatan yang lebih serius bagi sebagian orang.

Erupsi gunung, hujan abu vulkanik. (Pixabay)
Erupsi gunung, hujan abu vulkanik. (Pixabay)

Untuk mengurangi paparan terhadap abu vulkanik, Jaringan Bahaya Kesehatan Vulkanik Internasional (IVHHN) dalam situs resminya memberi beberapa cara paling efektif. Antara lain:

1. Menjauhkan abu dari lingkungan tempat tinggal

  • Tutup pintu dan jendela jika memungkinkan
  • Jika memungkinkan, tutup celah dan ruang besar ke luar. Misalnya, Anda bisa menggunakan selotip dan plastik, atau handuk yang digulung.
  • Cobalah untuk mengatur titik masuk/keluar tunggal untuk gedung. Tinggalkan pakaian/sepatu yang kotor di luar.
  • Jangan menggunakan peralatan apa pun (misalnya AC) yang menyedot udara dari luar.
  • Jika lingkungan dalam ruangan kemasukan abu, cobalah untuk membersihkan abu dengan lembut (misal menggunakan kain lembap).
  • Jangan gunakan penyedot debu karena mereka bisa mengeluarkan abu halus yang kembali menyebar dalam ruangan.
Erupsi gunung, hujan abu vulkanik. (Pixabay)
Erupsi gunung, hujan abu vulkanik. (Pixabay)

2. Tinggal di dalam ruangan untuk waktu yang lama

baca juga
  • Pastikan bahwa lingkungan dalam ruangan tidak menjadi terlalu panas. Jika terlalu panas, pertimbangkan evakuasi.
  • Jangan gunakan kompor masak dan pemanas, atau peralatan lain yang menghasilkan asap.
  • Jangan merokok maupun vaping.
  • Jangan gunakan pemanas gas yang tidak terbakar atau peralatan luar seperti pemanas teras gas atau barbecue, karena ada risiko keracunan karbon monoksida.
  • Di luar ruangan, begitu abu telah mengendap, penting untuk menghilangkannya melalui kegiatan pembersihan, menggunakan air untuk meredamnya terlebih dahulu. Anda harus mengenakan penutup wajah jika Anda membersihkan abu yang menempel.
Ilustrasi masker kain. [Shutterstock]
Ilustrasi masker kain. [Shutterstock]

Kapan saya harus menggunakan perlindungan pernapasan?

Saat ada abu vulkanik, masker dapat dikenakan ketika berada di luar ruangan. Sebab abu bisa saja masih melayang di udara (baik saat hujan abu atau sesudahnya, ketika itu dapat dirobohkan oleh angin, kendaraan dan aktivitas manusia).

Perlindungan pernafasan yang paling efektif untuk orang dewasa adalah mengenakan masker wajah yang pas dan bersertifikasi industri seperti masker N95. Namun jika tidak ada, masker bedah standar maupun masker kain dapat digunakan untuk pertolongan pertama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Jelaskan Misteri Dentuman dan Kondisi Laut saat Anak Krakatau Erupsi

BMKG Jelaskan Misteri Dentuman dan Kondisi Laut saat Anak Krakatau Erupsi

Banten | Sabtu, 11 April 2020 | 11:42 WIB

Trauma Tsunami, Warga Pandeglang Lari ke Bukit saat Anak Krakatau Erupsi

Trauma Tsunami, Warga Pandeglang Lari ke Bukit saat Anak Krakatau Erupsi

Banten | Sabtu, 11 April 2020 | 11:19 WIB

Efek Buruk Menghirup Abu Vulkanik, Bahaya Bagi Pernapasan!

Efek Buruk Menghirup Abu Vulkanik, Bahaya Bagi Pernapasan!

Health | Sabtu, 11 April 2020 | 10:51 WIB

Terkini

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

×