Para Dokter Mulai Berasumsi Bahaya Ventilator bagi Pasien Covid-19

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Minggu, 12 April 2020 | 14:59 WIB
Para Dokter Mulai Berasumsi Bahaya Ventilator bagi Pasien Covid-19
Medical ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19. [Shutterstock].

Suara.com - Ketika berbagai negara membutuhan pasokan ventilator untuk membantu pernapasan pasien Covid-19, beberapa dokter berspekulasi alat tersebut juga bisa membahayakan.

Mengalihbahasakan dari South China Morning Post (SCMP), para dokter mempertanyaakan kondisi beberapa rumah sakit yang melaporkan tingkat kematian yang luar biasa tinggi untuk pasien Covid-19 dengan ventilator. Beberapa dokter khawatir bahwa mesin itu dapat membahayakan pasien dengan kondisi tertentu.

Ventilator mekanik mendorong oksigen ke pasien dengan gagal paru-paru. Menggunakan ventilator akan menenangkan pasien dengan menempelkan tabung ke tenggorokan. Kematian pada pasien yang sakit seperti itu memang biasa terjadi, tidak peduli alasan mereka membutuhkan bantuan pernapasan.

Secara umum, 40 hingga 50 persen pasien dengan gangguan pernapasan parah meninggal saat menggunakan ventilator. Tetapi 80 persen atau lebih pasien virus corona di New York meningal saat mesin tersebut.

"Tingkat kematian yang lebih tinggi dari normal juga telah dilaporkan di tempat lain di AS," kata Dr Albert Rizzo, kepala petugas medis American Lung Association pada SCMP.

Menlansir dari SCMP, laporan serupa juga muncul dari China dan Inggris. Satu laporan di Inggris menyebutkan angka kematian dengan ventilator mancapai 66 persen, sementara di Wuhan sekitar 86 persen.

Para ahli mengatakan ventilator dapat merusak pasien dari waktu ke waktu karena oksigen tekanan tinggi dipaksa masuk ke kantung udara kecil di paru-paru.

"Kita tahu bahwa ventilator mekanis tidak jinak," kata Dr Eddy Fan, seorang ahli perawatan pernapasan di Rumah Sakit Umum Toronto.

"Salah satu temuan paling penting dalam beberapa dekade terakhir adalah ventilator medis dapat memperburuk cedera paru-paru, jadi kita harus berhati-hati dalam menggunakannya," tambahnya.

baca juga

Para ahli mengatakan bahwa pasien dengan pneumonia bakteri biasa akan menggunakan ventilator tidak lebih dari satu atau dua hari. Tetapi sudah umum bagi pasien Covid-19 untuk menggunakan ventilator lebih dari sepekan.

“Tujuh hari, 10 hari, 15 hari, dan mereka meninggal dunia,” kata Gubernur New York Andrew Cuomo, ketika ditanya tentang tingkat kematian dengan ventilator.

Itu salah satu alasan mengapa para ahli khawatir bahwa ventilator dapat berbeahaya pada pasien Covid-19. Menurut ahli, bahaya ventilator dapat dikurangi dengan membatasi jumlah tekanan dan ukuran napas dari mesin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalan Gatot Subroto Disemprot Disinfektan

Jalan Gatot Subroto Disemprot Disinfektan

Foto | Minggu, 12 April 2020 | 14:37 WIB

Wakil Bupati Antar PSK Pulang Kampung karena Corona di Banyumas

Wakil Bupati Antar PSK Pulang Kampung karena Corona di Banyumas

Jawa Tengah | Minggu, 12 April 2020 | 14:36 WIB

Anjing Ini Tahu Bahaya Virus Corona Covid-19, Netizen: Pinter Amat

Anjing Ini Tahu Bahaya Virus Corona Covid-19, Netizen: Pinter Amat

Lifestyle | Minggu, 12 April 2020 | 14:35 WIB

Terkini

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Health | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan

Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:32 WIB

Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab

Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:30 WIB

71.744 Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi pada 2027, Wilayah 3T Jadi Prioritas

71.744 Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi pada 2027, Wilayah 3T Jadi Prioritas

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:27 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 10:22 WIB

IHSG Anjlok Parah! Asing Bawa Kabur Rp559,16 Miliar dalam Sepekan

IHSG Anjlok Parah! Asing Bawa Kabur Rp559,16 Miliar dalam Sepekan

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:14 WIB

Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal

Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 10:11 WIB

×