Isolasi Mandiri Bisa Picu Krisis Identitas, Ahli Jelaskan Penyebabnya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 14 April 2020 | 12:04 WIB
Isolasi Mandiri Bisa Picu Krisis Identitas, Ahli Jelaskan Penyebabnya!
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/fernandozhiminaicela)

Suara.com - Isolasi mandiri di rumah selama wabah virus corona Covid-19 telah memengaruhi kesehatan mental seseorang. Karena, situasi ini telah mempersempit ruang gerak seseorang dalam beraktivitas.

Banyak aktivitas harus ditunda, seperti perawatan kecantikan, pergi ke gym, berkumpul dengan teman atau keluarga dan lainnya.

Karena itu, elemen-elemen kehidupan manusia yang hilang ini bisa saja menyebabkan seseorang mengalami krisis identitas atau sulit mengenali dirinya sendiri.

Dr Paul Marsden, seorang psikolog konsumen di University of the Arts London menjelaskan hubungan kuncian diri selama wabah virus corona Covid-19 dengan krisis identitas.

"Rasa identitas yang positif didorong oleh 3 hal, yakni memiliki rasa otonomi, rasa keterikatan dan rasa kompetensi. Psikolog biasa menyebutnya sebagai ARC kebahagiaan," kata Paul Marsden dikutip dari Metro.

Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)
Ilustrasi Isolasi Mandiri (Shutterstock)

Paul Marsden pun mengatakan isolasi mandiri selama wabah virus corona Covid-19 telah memengaruhi 3 hal yang mendorong seseorang membentuk identitas diri.

"Misalnya rasa otonomi kita yang berhak mendapatkan kebebasan, pilihan dan kontrol. Tapi, situasi ini telah membatasi seseorang yang akhirnya menyebabkan frustasi," jelasnya.

Ada pula rasa ketertarikan, seperti perawatan tubuh, koneksi dan afiliasi. Sekarang ini, situasi wabah seperti ini seolah telah merenggut rasa ketertarikan seseorang karena disarankan menjaga jarak sosial.

Begitu pula dengan rasa kompetensi, seperti prestasi, penguasaan dan kesuksesan. Situasi ini telah merenggut rasa kompetensi karena semua orang disarankan bekerja atau belajar di rumah.

Rebecca Lockwood, pelatih hipnosis menjelaskan alasan banyak orang mengalami krisis identitas selama isolasi mandiri di rumah.

Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)

"Krisis identitas adalah kondisi ketika seseorang mulai merasa bingung pada sesuatu yang mereka sukai, yang tidak mereka sukai dan mereka merasa seolah tidak yakin pada diri sendiri dan keinginan hidupnya," jelasnya.

Dalam kondisi krisis identitas ini, seseorang akan lebih sering mempertanyakan diri sendiri dan merasa tidak aman.

Rebecca menambahkan krisis identitas ini biasanya terjadi ketika mengalami peristiwa emosional, seperti putus, memiliki anak atau wabah virus corona Covid-19 yang mengharuskan semua orang tetap berada di rumah sekarang ini.

Karena, orang-orang yang sebelumnya disibukkan dengan aktivitas sehari-hari. Kini harus meninggalkan semua kebiasaannya di luar rumah demi mencegah penyebaran virus corona Covid-19 yang lebih luas.

"Jika kita kehilangan sesuatu atau dipidahkan dari sesuatu. Meski menyakiti, tapi penting bagi kita untuk menerima dan melihat hal-hal lain dalam kehidupan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paginya Menumpuk, Begini Kondisi KRL Bogor-Jakarta Kota saat Siang Hari

Paginya Menumpuk, Begini Kondisi KRL Bogor-Jakarta Kota saat Siang Hari

News | Selasa, 14 April 2020 | 12:01 WIB

PSBB saat Ramadan, Plt Gubernur Kepri: Jangan Ada yang Lolos Diperiksa

PSBB saat Ramadan, Plt Gubernur Kepri: Jangan Ada yang Lolos Diperiksa

News | Selasa, 14 April 2020 | 11:52 WIB

Siswa Setukpa Polri Sumbar: 2 Positif Corona, 24 Lainnya Dipulangkan

Siswa Setukpa Polri Sumbar: 2 Positif Corona, 24 Lainnya Dipulangkan

News | Selasa, 14 April 2020 | 10:53 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB