14 April Sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia, Ketahui 7 Faktanya di Sini!

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 14 April 2020 | 12:12 WIB
14 April Sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia, Ketahui 7 Faktanya di Sini!
14 April 2020 Diperingati Sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia. (Youtube)

Suara.com - Mulai tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia WHO menetapkan 14 April sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia.

Keputusan itu dibuat setelah proposal dari Federasi Internasional Asosiasi Orang-Orang yang Terkena Penyakit Chagas disetujui Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat keputusan WHO pada Mei 2019 lalu.

Penyakit Chagas, juga dikenal sebagai trypanosomiasis Amerika, adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa Trypanosoma cruzi (T. cruzi).

Penyakit Chagas (Dok WHO)
Penyakit Chagas (Dok WHO)

Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh dokter asal Brazil Carlos Ribeiro Justiniano Chagas.

Pada 14 April 1909, Carlos Chagas mendiagnosis kasus manusia pertama dari penyakit ini, seorang anak berusia dua tahun bernama Berenice.

Awalnya penyakit ini hanya terbatas pada daerah pedesaan kontinental di Wilayah Amerika Latin. Karena meningkatnya mobilitas populasi dalam beberapa dekade terakhir, sebagian besar orang yang terinfeksi hidup di perkotaan dan penyakit chagas semakin terdeteksi di Amerika Serikat, Kanada, dan banyak orang Eropa dan Afrika, Mediterania Timur, dan Pasifik Barat negara.

Berikut fakta mengenai penyakit Chagas, sebagaimana mengutip dari situs WHO:

1. Disebabkan gigitan serangga
Penyakit Chagas ditularkan melalui penularan vektor (parasit Trypansoma cruzi) dari serangga bernama kissing bug atau triatomine.

Biasanya serangga itu hidup di celah dinding atau atap yang bocor. Juga struktur peridomiciliary, seperti kandang ayam, kandang dan gudang, di daerah pedesaan atau pinggiran kota.

Serangga itu biasanya menggigit manusia pada malam hari. Bukan hanya menghisap darah, serangga itu juga buang air besar dekat dengan gigitannya.

Infeksi terjadi ketika orang secara tak sadar menggaruk bekas gigitan lalu kotoran serangga itu masuk saat manusia menyentuh mata, mulut, atau bagian kulit yang terbuka.

2. Penyakit menular
Penularan bisa terjadi dari makanan yang terkontaminasi dengan kotoran serangga triatomine, transfusi darah pasien chagas, ibu hamil yang terinfeksi, dan organ transplantasi lainnya.

Berdasarkan catatan WHO, hingga saat ini penyakit chagas telah menginfeksi hingga 7 juta orang di dunia.

3. Gejala ringan dan dalam waktu lama
Fase akut awal berlangsung sekitar 2 bulan setelah infeksi. Selama fase akut, sejumlah besar parasit bersirkulasi dalam darah. Tetapi dalam kebanyakan kasus, gejala tidak ada atau ringan dan tidak spesifik.

Kurang dari 50 persen orang yang digigit bug triatomine, tanda-tanda pertama yang terlihat dapat berupa lesi kulit atau pembengkakan kelopak mata pada salah satu mata.

Gejala ringan yang biasanya dirasakan seperti demam, sakit kepala, pembesaran kelenjar getah bening, pucat, nyeri otot, kesulitan bernapas, pembengkakan, dan sakit perut atau dada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! WHO Sebut Virus Corona 10 Kali Lebih Mematikan dari Flu Babi

Waspada! WHO Sebut Virus Corona 10 Kali Lebih Mematikan dari Flu Babi

Tekno | Selasa, 14 April 2020 | 12:00 WIB

14 April 2020 Diperingati Sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia

14 April 2020 Diperingati Sebagai Hari Penyakit Chagas Sedunia

Health | Selasa, 14 April 2020 | 09:31 WIB

WHO Sebut Tak Semua Pasien Covid-19 Kebal dari Infeksi Kedua

WHO Sebut Tak Semua Pasien Covid-19 Kebal dari Infeksi Kedua

Health | Selasa, 14 April 2020 | 09:13 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB