Pertolongan Darurat Sesak Napas karena Corona, Dokter Anjurkan Tengkurap

M. Reza Sulaiman, Fita Nofiana

Selasa, 14 April 2020 | 22:05 WIB
Pertolongan Darurat Sesak Napas karena Corona, Dokter Anjurkan Tengkurap
ilustrasi pasien dengan ventilator [Shutterstock].

Suara.com - Pertolongan Darurat Sesak Napas karena Corona, Dokter Anjurkan Tengkurap

Cara unik dilakukan dokter di New York, yang meminta pasien membalikkan tubuh alias tengkurap sebagai pertolongan darurat saat sesak napas karena virus Corona Covid-19.

Para dokter di Rumah Sakit Long Island Jewish, New York membalikkan tubuh pasien Covid-19 ketika berada di tahap darurat.

Mengalihbahasakan dari CNN, pada Jumat (10/4/2020) Dr. Mangala Narasimhan di rumah sakit tersebut menerima panggilan darurat. Ia mendapatkan kabar, bahwa ada seorang pria berusia 40-an dengan Covid-19 berada dalam situasi buruk.

Rekan Narasimhan meminta ia datang ke unit perawatan intensif untuk melihat apakah pasien perlu memakai alat bantu.

Narasimhan kemudian memberi tahu dokter lain untuk cobalah memosisikan pasien dalam posisi tengkurap dan melihat apakah metode itu membantu. Membalikkan posisi perut nyatanya mampu meredakan situasi darurat pada pasien Covid-1.

Menurut Narasimhan, menempatkan pasien virus corona pada posisi tengkurap dapat membantu meningkatkan jumlah oksigen yang masuk ke paru-paru mereka.

"Kami menyelamatkan hidup dengan cara ini, seratus persen," kata Narasimhan, direktur regional untuk perawatan kritis di Northwell Health pada CNN.

"Ini hal yang sangat sederhana untuk dilakukan dan kami telah melihat peningkatan yang luar biasa. Kami dapat melihatnya untuk setiap pasien," tambahnya.

baca juga

"Begitu Anda melihatnya bekerja, Anda ingin lebih banya melakukannya," tambah Dr. Kathryn Hibbert, direktur ICU medis di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

Pasien Covid-19 sulit dapat kamar di RS rujukan pemerintah. (Suara.com/Iqbal)
Pasien Covid-19 sulit dapat kamar di RS rujukan pemerintah. (Suara.com/Iqbal)

Tujuh tahun yang lalu, dokter Prancis menerbitkan sebuah artikel di New England Journal of Medicine yang menunjukkan bahwa pasien dengan ARDS yang menggunakan ventilator memiliki kemungkinan lebih rendah untuk meninggal jika perut mereka berada di bawah.

Pasien-pasien yang menggunakan ventilator biasanya tidur dengan tengkurap selama sekitar 16 jam sehari, sisanya terlentang biasa untuk memudahkan pemeriksaan tim medis.

Sayangnya, ada kekurangan saat menempatkan pasien dengan posisi tengkurap. Pasien yang berventilasi memerlukan lebih banyak sedasi ketika perut menjadi tumpuan. Hal ini membuat pasien harus tinggal di ICU lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Ribu ODP Covid-19 dalam Pengawasan Ketat Pemerintah

Ratusan Ribu ODP Covid-19 dalam Pengawasan Ketat Pemerintah

Health | Selasa, 14 April 2020 | 20:07 WIB

Priskila Sumbangkan Parfum Penghilang Stres untuk Tim Medis

Priskila Sumbangkan Parfum Penghilang Stres untuk Tim Medis

Press Release | Selasa, 14 April 2020 | 20:03 WIB

Pandemi Covid-19, Begini Cara Cek Kesehatan Ibu Hamil di Rumah

Pandemi Covid-19, Begini Cara Cek Kesehatan Ibu Hamil di Rumah

Health | Selasa, 14 April 2020 | 20:05 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×