Bahaya! Diabetes Tipe 2 Bisa Sebabkan Masalah Ranjang Pada Lelaki

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 16 April 2020 | 05:25 WIB
Bahaya! Diabetes Tipe 2 Bisa Sebabkan Masalah Ranjang Pada Lelaki
Disfunsi ereksi karena diabetes tipe 2. (Shutterstock)

Suara.com - Bahaya! Diabetes Tipe 2 Bisa Sebabkan Masalah Ranjang Pada Lelaki

Bukan hanya membuat kadar gula meningkat, penyakit diabetes tipe 2 juga bisa memengaruhi keperkasaan lelaki di ranjang lho!

Penyakit diabetes tipe 2 bisa mengurangi jumlah insulin dalam tubuh dan berdampak buruk pada kesehatan. Insulin berfungsi membantu glukosa dalam darah masuk ke dalam sel dan menjadi energi bagi tubuh.

Namun pada pasien diabetes tipe 2, pankreas akan menghasilkan insulin tetapi tidak bekerja dengan baik. Jika tubuh tidak mampu memproduksi insulin, akibatnya glukosa tetap berada dalam aliran darah dan tidak dapat bergerak melintasi sel untuk menghasilkan energi.

Komplikasi itu berbahaya bagi kesehatan seperti risiko serius penyakit serangan jantung, stroke, juga masalah seksual.

"Jenis masalah seksual yang paling umum dialami pria adalah disfungsi ereksi," kata dokter diabetes UK, seperti dilansir dari Express, Kamis (16/4/2020).

"Anda tidak bisa mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Tanda-tanda awal bisa jadi jika Anda mulai kehilangan ereksi saat pagi," tambahnya.

ilustrasi disfungsi ereksi karena diabetes tipe 2. (shutterstock)
ilustrasi disfungsi ereksi karena diabetes tipe 2. (shutterstock)

Ada beberapa penyebab hal itu bisa terjadi, seperti aliran darah yang terbatas, kerusakan saraf, dan pembuluh darah yang rusak. Namun hal tersebut masih bisa diobati dengan minum pil seperti Viagra dan Cialis.

"Tetapi bicarakan dengan dokter Anda sebelum melakukannya karena obat itu dapat menyebabkan masalah jantung. Diabetes hanya satu-satunya penyebab disfungsi ereksi, jadi tidak perlu malu," ucapnya.

Infeksi Saluran Kemih (ISK) juga bisa menjadi gejala diabetes tipe 2. ISK tidak menular secara seksual tetapi melakukan hubungan seksual adalah salah satu cara bakteri usus dapat masuk ke saluran kemih.

"Anda dapat menghindari ISK dengan menjaga gula darah tetap normal. Selain itu, minum banyak cairan dan jangan menahan kencing jika Anda perlu ke toilet," kata dokter diabetes UK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diabetes dan Hipertensi Jadi Penyebab Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia

Diabetes dan Hipertensi Jadi Penyebab Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia

Health | Senin, 13 April 2020 | 18:49 WIB

Orang Diabetes Melitus Tipe 2 Berisiko Meninggal karena Corona Covid-19

Orang Diabetes Melitus Tipe 2 Berisiko Meninggal karena Corona Covid-19

Health | Jum'at, 10 April 2020 | 13:02 WIB

Simak, Beda Risiko Komplikasi Pasien Diabetes Tipe 1 dan 2 karena Covid-19

Simak, Beda Risiko Komplikasi Pasien Diabetes Tipe 1 dan 2 karena Covid-19

Health | Kamis, 09 April 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB