Terkuak Alasan Seseorang Sering Digigit Nyamuk Sementara yang Lain Tidak

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 18 April 2020 | 11:20 WIB
Terkuak Alasan Seseorang Sering Digigit Nyamuk Sementara yang Lain Tidak
Ilustrasi nyamuk sedang mengisap darah manusia (Shutterstock).

Suara.com - Terkuak Alasan Seseorang Sering Digigit Nyamuk Sementara yang Lain Tidak.

Pernah merasa kesal dan heran tiba-tiba dikerubungi nyamuk, tapi orang lain disekitar tidak merasakan hal yang sama? Hal ini tentu sedikit menyebalkan.

Terlebih bekas gigitan nyamuk seringkali terasa gatal. Tapi, mengapa hal itu terjadi?

Mengutip laman Tip Hero, Sabtu (18/4/2020) ternyata ada beberapa hal yang membuat itu terjadi seperti karbondioksida, bakteri, pakaian, bau badan, dan alkohol

Ilustrasi nyamuk. (Shutterstock)
Ilustrasi nyamuk. (Shutterstock)

Orang yang lebih banyak mengeluarkan karbondioksida atau sisa-sisa pernapasan, bisa jadi daya tarik bagi nyamuk. Alhasil, nyamuk yang bisa mencium aroma dengan jarak 50 meter akan mendatangi Anda.

Faktanya, ternyata perempuan hamil lebih disukai karena mereka memancarkan kadar karbondioksida yang lebih tinggi. Terlebih, nyamuk tidak akan kesulitan untuk menemukan karbondioksida padat di sekitar mereka.

Ini jugalah alasan orang yang minum bir dengan kadar alkohol dan sehabis berolahraga akan jadi sasaran empuk para nyamuk.

Ini karena dua kondisi tersebut membuat metabolisme tubuh dengan cepat mengeluarkan karbondioksida. Lalu pori-pori yang membesar di tubuh pada akhirnya mengirimkan sinyal ini kepada para nyamuk.

Lalu tubuh yang menghangat dan beraroma juga akan membuat Anda menjadi sasaran empuk. Aroma tubuh juga akan berpengaruh apakah nyamuk malah mendekati atau menjauhi. Asam laktat, asam urat, bakteri dan keringat adalah favorit para nyamuk.

Di sisi lain para ilmuwan juga menemukan bahwa beberapa orang memiliki aroma alami yang bisa mengusir nyamuk, dan itu biasanya genetik atau bawaan sejak lahir.

Pakaian yang dipakai juga bisa memengaruhi. Pakaian berwarna gelap seperti hitam dan biru adalah godaan bagi nyamuk.

Warna merah juga cenderung menarik di mata nyamuk, warna ini akan menjadi target apalagi saat bergerak.

Sekadar informasi ada lebih dari 3000 spesies nyamuk di seluruh dunia, dan hanya 200 spesies nyamuk yang hobi menggigit manusia, dan itu hanya nyamuk nyamuk betina.

Nyamuk bermunculan dan bertelur saat cuaca mulai menghangat. Mereka suka tempat seperti kolam, danau, atau genangan air. Intinya nyamuk menyukai tempat yang lembab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DBD dan TBC, Penyakit Menular yang Memperburuk Kematian Pasien Covid-19

DBD dan TBC, Penyakit Menular yang Memperburuk Kematian Pasien Covid-19

Health | Selasa, 14 April 2020 | 17:29 WIB

Lima Hal yang Bisa Kamu Lakukan Guna Cegah Nyamuk Demam Berdarah

Lima Hal yang Bisa Kamu Lakukan Guna Cegah Nyamuk Demam Berdarah

Lifestyle | Rabu, 08 April 2020 | 15:02 WIB

Musim Pancaroba, Jangan Sampai DBD Memperburuk Covid-19 di Indonesia

Musim Pancaroba, Jangan Sampai DBD Memperburuk Covid-19 di Indonesia

Health | Jum'at, 03 April 2020 | 17:21 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB