Polusi Udara Disebut Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Covid-19

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 21 April 2020 | 08:18 WIB
Polusi Udara Disebut Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Covid-19
Ilustrasi: Udara yang keluar dari pabrik. (Shutterstock)

Suara.com - Tingkat polusi udara yang tinggi ternyata dapat berkontribusi dalam meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19. Dr. Maria Neira dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa negara-negara dengan tingkat polusi tinggi seperti Amerika Latin, Afrika, dan Asia, harus meningkatkan kewaspadaanya terhadap risiko Covid-19.

"Kami akan melakukan peta sebagian besar kota yang berpolusi berdasarkan pada basis data kami untuk mendukung otoritas nasional di wilayah ini sehingga mereka dapat menyiapkan rencana respons yang sesuai," kata Dr. Neira, dikutip dari BBC News.

Sebuah studi di Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa tingkat kematian Covid-19 meningkat sekitar 15% di daerah-daerah dengan peningkatan tingkat polusi partikel halus.

"Pola dalam tingkat kematian Covid-19 umumnya meniru pola di kedua kepadatan populasi tinggi dan paparan partikel PM2.5 tinggi," kata laporan Universitas Harvard.

Dilansir dari BBC News, partikel-partikel dengan ukuran 1 per 30 diameter rambut manusia itu sebelumnya telah dikaitkan dengan masalah kesehatan termasuk infeksi pernapasan dan kanker paru-paru.

"Sesuai dengan laporan sebelumnya tentang rawat inap dan kematian akibat pneumonia," kata ketua epidemiologi Polusi udara Universitas Ludwig Maximilian.

Kondisi udara di Jakarta pada 30 Agustus 2018. [Shutterstock]
Kondisi udara di Jakarta pada 30 Agustus 2018, sebagai ilustrasi. [Shutterstock]

"Ini adalah salah satu studi pertama yang memperkuat kecurigaan kami dan hipotesis bahwa tingkat keparahan infeksi Covid-19 dapat ditambah dengan polusi udara partikel," tambahnya.

Studi lain, di Universitas Siena Italia dan Universitas Arhus di Denmark, menunjukkan kemungkinan hubungan antara tingkat polusi udara yang tinggi dan kematian Covid-19 di Italia utara.

Wilayah Lombardy dan Emilia Romagna memiliki tingkat kematian sekitar 12%, dibandingkan dengan 4,5% di seluruh Italia. Studi tersebut dipublikasikan di Science Direct.

baca juga

"Tingkat polusi yang tinggi di Italia utara harus dianggap sebagai faktor tambahan dari tingkat kematian yang tercatat di wilayah itu," tulis penelitian tersebut.

Populasi, usia, sistem kesehatan yang berbeda, dan variasi kebijakan pencegahan lintas wilayah juga harus dipertimbangkan.

Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

"Dalam data awal kami, hampir semua orang yang meninggal karena corona memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya, kebanyakan dari mereka terkait dengan polusi udara," kata Cesar Bugaoisan dari Asosiasi Praktisi Perawatan Pernafasan di Filipina.

Menurut WHO, polusi udara telah membunuh sekitar tujuh juta orang setiap tahun. Lebih dari 90% populasi dunia tinggal di tempat-tempat di mana polusi udara melebihi batas pedomannya, sebagian besar di negara-negara miskin.

SARS yang disebabkan oleh virus corona pada  2002 juga dikaitkan dengan polusi udara.

Sebuah studi 2003 di Universitas California, Los Angeles menyatakan orang-orang dari daerah dengan polusi udara tinggi lebih dari dua kali lipat kemungkinan meninggal akibat SARS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beroperasi saat PSBB Warnet Disegel Satpol PP

Beroperasi saat PSBB Warnet Disegel Satpol PP

Foto | Selasa, 21 April 2020 | 07:22 WIB

Kisah Nunki Herwanti, Hidup Bersama Virus Corona Saat Hamil 5 Bulan

Kisah Nunki Herwanti, Hidup Bersama Virus Corona Saat Hamil 5 Bulan

Health | Selasa, 21 April 2020 | 07:20 WIB

Tidak Ada Penambahan Kasus Corona Baru di Bantul

Tidak Ada Penambahan Kasus Corona Baru di Bantul

Jogja | Selasa, 21 April 2020 | 07:25 WIB

Terkini

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

×