Disebabkan Gaya Hidup, Milenial di Amerika Terancam Kena Hepatitis C

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 21 April 2020 | 13:16 WIB
Disebabkan Gaya Hidup, Milenial di Amerika Terancam Kena Hepatitis C
ilustrasi milenial [shutterstock]

Suara.com - Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), antara 2009 hinga 2018 tingkat hepatitis C di Amerika Serikat (AS) naik tiga kali lipat. Namun, peningkatan pada tahun 2018 malah didominasi oleh kelompok milenial, 20 hingga 39 tahun.

Dilansir dari Discover Magazine, pada tahun 2018 saja, hampir 138.000 kasus baru dilaporkan didiominasi milenial yang sebagian besar meremehkannya karena tidak memiliki gejala di awal.

Meningkatnya jumlah kasus juga mendorong CDC untuk mengeluarkan rekomendasi baru bahwa setiap orang dewasa dites untuk hepatitis C setidaknya satu kali dalam hidup mereka termasuk perempuan hamil.

"Penggunaan narkoba suntikan adalah faktor risiko utama untuk Hepatitis C di AS untuk infeksi baru," kata Rachel Gicquelais, seorang peneliti dari Sekolah Kesehatan Publik Johns Hopkins Bloomberg.

Penyakit menular dan penyalahgunaan obat-obatan, serta epidemi opioid yang berkembang berarti lebih banyak orang yang berpotensi menggunakan kembali atau meminjam jarum. Hal tersebut memberikan peluang sempurna untuk virus yang menyebar melalui darah seperti hepatitis C untuk menulari orang lain.

Setelah terinfeksi oleh Hepatitis C, seseorang mungkin tidak merasa berbeda dan bahkan berhasil melawan virus sendiri. Jika yang terakhir tidak terjadi, orang tersebut akan mengembangkan apa yang disebut Hepatitis C kronis.

Virus ini semakin merusak hati dan dapat berakibat fatal.

"Sebagian besar orang yang lebih tua yang terinfeksi Hepatitis C berada dalam tahap kronis," kata Sammy Saab, seorang ahli hepatologi di Fakultas Kedokteran David Geffen di UCLA.

"Mereka juga mungkin tertular penyakit melalui transfusi darah atau prosedur medis. Tetapi ada beberapa petunjuk yang menunjukkan infeksi terbaru berasal dari suntikan obat," tambahnya.

Menurut Saab, demografi dengan diagnosis Hepatitis C yang melonjak juga melaporkan tingkat penggunaan narkoba yang lebih tinggi.

"Untuk menghentikan Hepatitis C, kita harus secara radikal mengubah cara kita menyaring," kata Carolyn Wester, direktur Divisi CDC tentang Viral Hepatitis.

"Itu sebabnya organisasi sekarang meminta setiap orang dewasa dites untuk penyakit ini dan dites secara teratur jika mereka terlibat dalam perilaku berisiko, seperti menggunakan narkoba," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stafsus Milenial Bagai Bumerang Politik Bagi Presiden Jokowi

Stafsus Milenial Bagai Bumerang Politik Bagi Presiden Jokowi

Your Say | Senin, 20 April 2020 | 16:51 WIB

Bahas Kartu Prakerja, Bhima Yudhistira Tantang Debat Stafsus Milenial

Bahas Kartu Prakerja, Bhima Yudhistira Tantang Debat Stafsus Milenial

News | Minggu, 19 April 2020 | 14:10 WIB

Sandiaga Uno Sarankan Stafsus Milenial Jokowi Minta Maaf Usai Berpolemik

Sandiaga Uno Sarankan Stafsus Milenial Jokowi Minta Maaf Usai Berpolemik

News | Sabtu, 18 April 2020 | 14:32 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB