Array

Segala Hal Tentang Obat Eksperimental Covid-19 & Kapan Obat Asli Ditemukan?

Rabu, 22 April 2020 | 19:38 WIB
Segala Hal Tentang Obat Eksperimental Covid-19 & Kapan Obat Asli Ditemukan?
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Suara.com - Wabah virus corona telah memakan ratusan ribu korban dalam kurun waktu hampir empat bulan ini. Tetapi sayangnya, hingga ini belum ada obat untuk mengobati pasien Covid-19.

Dilansir BBC, sudah lebih dari 150 obat berbeda yang sedang diteliti di seluruh dunia, Sebagian besar terdiri dari obat yang sudah ada, diujicobakan untuk melawan virus corona baru.

Pakar kesehatan telah melakukan berbagai cara untuk menemukan pengobatan Covid-19:

- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meluncurkan sebuah penelitian global yang disebut 'uji coba Solidaritas', bertujuan untuk menilai perawatan apa yang paling menjanjikan.

- Inggris mengatakan percobaan Pemulihannya adalah yang terbesar di seluruh dunia, dengan lebih dari 5.000 pasien menjadi responden.

- Beberapa pusat penelitian di seluruh dunia berusaha menggunakan plasma darah pasien sembuh untuk pengobatan Covid-19.

Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate. (Shutterstock)
Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate. (Shutterstock)

Jenis obat ada yang mungkin berkerja untuk Covid-19?

Ada pendekatan luas yang diselidiki:

- Obat antivirus yang secara langsung memengaruhi kemampuan virus corona bereplikasi dalam tubuh.

Baca Juga: Keren, Cegah Corona Covid-19 di Chili Antar Obat & Masker Pakai Drone

- Obat-obatan yang dapat menenangkan sistem kekebalan tubuh. Seperti yang kita tahu, pasien menjadi sakit parah ketika sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi berlebihan dan mulai menyebabkan kerusakan pada tubuh.

- Antibodi, baik dari darah pasien sembuh atau dibuat di laboratorium, dapat menyerang virus.

Bruce Aylward dari WHO mengatakan remdesivir adalah satu-satunya antivirus yang menunjukkan tanda efektivitas, setelah ia mengunjungi China.

Awalnya obat ini dibuat untuk Ebola, tetapi saat diuji coba untuk infeksi lain justru lebih efektif.

Sejak antivirus ini terbukti efektif dalam mengobati virus corona mematikan lainnya (SARS dan MERS) dalam penelitian terhadap hewan, ini mengarah juga pada harapan obat ini efektif untuk Covid-19.

Hasil uji coba yang dipimpin Universitas Chicago pun menunjukkan obat ini efektif. Ini adalah salah satu dari empat obat dalam uji coba Solidaritas WHO.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI