Hubungan Badan Berisiko Tularkan Corona Covid-19? Peneliti Ungkap Fakta

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 30 April 2020 | 08:10 WIB
Hubungan Badan Berisiko Tularkan Corona Covid-19? Peneliti Ungkap Fakta
Pasangan sedang bercinta. [shutterstock]

Suara.com - Selama pandemi virus corona atau Covid-19, setiap orang disarankan untuk mengurangi kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan. Anjuran tersebut untuk meminimalkan risiko tertular virus yang seringkali mematikan itu.

Namun, sebuah studi terbaru menemukan bahwa hubungan badan mungkin cukup aman dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Kok bisa?

Seperti dilansir dari Health24, para peneliti menganalisis sampel air mani dari 34 pria di China rata-rata satu bulan setelah mereka didiagnosis dengan kasus Covid-19 ringan hingga sedang, penyakit yang disebabkan oleh coronavirus Covid-19.

Tes laboratorium tidak mendeteksi coronavirus Covid-19 dalam sampel air mani mana pun, dan tidak ada bukti virus pada testis pria. Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan online baru-baru ini di jurnal Fertility and Sterility.

Ilustrasi hubungan badan. (Shutterstocks)

Meski studi kecil ini menunjukkan bahwa kemungkinan penularan seksual dari coronavirus Covid-19  itu kecil, penelitian ini tidak cukup komprehensif untuk sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan risiko.

"Fakta bahwa dalam penelitian pendahuluan yang kecil ini, tampaknya virus yang menyebabkan Covid-19 tidak muncul di testis atau air mani bisa menjadi temuan penting," kata rekan penulis studi, Dr James Hotaling, seorang profesor rekanan. urologi berspesialisasi dalam kesuburan pria di Universitas Kesehatan Utah.

James memaparkan, jika penyakit seperti Covid-19 menular secara seksual, itu akan memiliki implikasi besar untuk pencegahan penyakit dan dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan reproduksi jangka panjang pria.

Seiring dengan jumlah pasien yang kecil, batasan lain dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada dari mereka yang sakit parah dengan Covid-19.

“Mungkin saja seorang pria yang sakit kritis dengan Covid-19 mungkin memiliki viral load yang lebih tinggi, yang dapat mengarah pada kemungkinan lebih besar menginfeksi air mani. Kami hanya tidak memiliki jawaban untuk itu sekarang,” kata Hotaling. .

"Tetapi mengetahui bahwa kami tidak menemukan aktivitas semacam itu di antara pasien dalam penelitian ini yang pulih dari bentuk penyakit ringan sampai sedang meyakinkan," tambahnya.

Terlepas dari temuan itu, Hotaling memperingatkan bahwa hubungan badan masih dapat meningkatkan risiko penyebaran virus korona melalui batuk, bersin, dan berciuman.

Dia juga mengingatkan bahwa beberapa orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala dan tampak sehat, tetapi masih dapat menularkan virus corona ke orang lain

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Ragukan Terapi Hormon pada Pasien Corona Covid-19, Mengapa?

Ahli Ragukan Terapi Hormon pada Pasien Corona Covid-19, Mengapa?

Health | Rabu, 29 April 2020 | 16:03 WIB

Dokter AS Gunakan Hormon Seks Wanita untuk Selamatkan Pasien Covid-19 Pria

Dokter AS Gunakan Hormon Seks Wanita untuk Selamatkan Pasien Covid-19 Pria

Health | Selasa, 28 April 2020 | 07:35 WIB

Tak Cuma Kesenangan, Mainan Seks Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan, Apa Saja?

Tak Cuma Kesenangan, Mainan Seks Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan, Apa Saja?

Lifestyle | Rabu, 15 April 2020 | 21:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB