Cerita Tenaga Medis yang Tangani Covid-19 di Berbagai Negara Afrika

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Kamis, 30 April 2020 | 11:57 WIB
Cerita Tenaga Medis yang Tangani Covid-19 di Berbagai Negara Afrika
ilustrasi anak afrika

Suara.com - Petugas kesehatan berbagi kisah mereka saat menangani Covid-19 di berbagai negara Afrika. Para dokter di garis depan dihadapkan tantangan pandemi yang masih tidak menentu dengan beragam kondisi sistem kesehatan.

Dilansir dari Aljazeera, berikut beberapa kisah tenaga medi di seluruh Afrika dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Dokter Bernard Hammond, presiden Asosiasi Dokter Ghana di Rumah Sakit Pendidikan Komfo Anokye di Kumasi, Ghana

Dengan kasus yang masih bertambah setiap hari, kebanyakan tenaga medis di Ghana mengkhawatirkan kesediaan alat pelindung diri.

"Ada kekurangan umum dari peralatan pelindung dasar seperti sungkup muka yang menyebabkan penggunaan kembali dan penggunaan yang berkepanjangan oleh staf kesehatan," kata dokter Hammond.

"Namun, kami cukup disiplin dalam memenuhi tugas kami, bahkan di saat-saat seperti ini," tambahnya

Presiden Ghana Nana Akufo Addo (AFP).
Presiden Ghana Nana Akufo Addo (AFP).

Pemerintah Ghana membebaskan pajak selama 3 bulan untuk para tenaga medis yang bekerja menangani pandemi. Tenaga medis juga akan diberikan kenaikan gaiji sebanyak 50 persen apabila rutin bertugas memerangi Covid-19.

"Kekhawatiran kami tentang peralatan juga tampaknya menghasilkan respons positif dari pemerintah, dibuktikan dengan promosi mereka terhadap pembuatan APD lokal dan logistik lainnya untuk memenuhi kebutuhan kami," ujar Hammond.

Pemerintah menetapkan paket asuransi kesehatan untuk petugas layanan kesehatan. Otoritas Ghana juga telah meningkatkan fasilitas untuk isolasi dan pengujian setiap staf yang terpapar. 

baca juga

Covid-19 di Ghana per 30 April ada 1.671 kasus dengan jumlah sembuh 188 kasus dan 16 meninggal.

Dokter Olusegun Olaopa, mantan presiden Asosiasi Dokter Tetap Nigeria di Rumah Sakit Universitas College Ibadan, Nigeria

Pekerja kesehatan di Nigeria menghadapi kondisi kerja yang menantang tanpa asuransi jiwa, upah yang tidak memadai, dan kejenuhan yang terus-menerus. Dengan demikian, pandemi ini telah memberikan tekanan lebih pada tenaga medis yang sudah kewalahan sejak sebelum pandemi.

Dengan penyebaran virus, peralatan pelindung bagi mereka hanya ada di pusat isolasi.

"Kita memerlukan pelindung di semua rumah sakit. Terutama karena beberapa doktertelah terpapar virus saat merawat pasienkarena tidak ada pendeteksi," kata dokter Olaopa.

"Kita hanya perlu dorongan dan penghargaan agar kita tahu pengorbanan kita tidak akan sia-sia. Departemen saya, yang merupakan spesialis bedah, telah mulai mengadopsi swadaya untuk mengadaptasi bahan pelindung darurat," tambahnya.

Sejauh ini, pemerintah  melakukan peningkatkan kesadaran, menutup perbatasan dan memaksakan penutupan di tiga wilayah.

Per 30 April, kasus yang dikonfirmasi di Nigeria sebanyak 1.728 dengan tingkat pemulihan 307 dan meninggal 5.

Profesor Moussa Seydi, kepala departemen penyakit menular, Rumah Sakit Pusat Universitas De Fann di Dakar, Senegal

Unit tanggapan Covid-19 telah dipenuhi dengan baik karena pemerintah memberi cukup peralatan yang telah didapatkan tepat waktu.

"Kami juga menerima pelatihan dan instruksi yang cukup tentang prosedur yang harus diikuti," kata profesor Seydi.

"Jadi, di sini di pusat perawatan, kami merasa aman. Jika kita melihat lonjakan besar dalam kasus-kasus maka mungkin ini bisa berubah," tambahnya.

Seydi percaya, bahwa pemerintah benar-benar telah melakukan yang terbaik. Otoritas Senegal juga mengumumkan bahwa petugas kesehatan akan diberikan bonus bagi tenaga medis.

Covid-19 di Senegal per 30 April mencapai 823 kasus dengan tingkat pemulihan 315 dan kematian 9 kasus.

Dokter di Bamenda, Kamerun

Per 30 April, Kamerun menelan 1.832 kasus yang telah dikonfirmasi dengan tingkat kesembuhan 934 dan meninggal 61.

"Pihak berwenang sangat sedikit memastikan keamanan kami. Banyak distrik di Kamerun belum menerima pelatihan, materi pendidikan, dan APD yang memadai," kata dokter yang tidak mau disebutkan namanya pada Aljazeera.

"Saya belajar tentang prosedur keselamatan online, namun banyak petugas layanan kesehatan tidak memiliki akses ke internet. Petugas kesehatan juga tidak memiliki akses ke pengujian prioritas, ini berbahaya bagi mereka dan pasien," tambahnya.

Presiden Kamerun Paul Biya. ((AFP Photo/Ludovic MARIN))
Presiden Kamerun Paul Biya. ((AFP Photo/Ludovic MARIN))

Tanpa bayaran atau dukungan finansial tambahan dan pemadaman listrik yang konstan di beberapa rumah sakit, membuat daya untuk memerangi Covid-19 di Kamerun sangat rendah.

Carol, seorang perawat rumah sakit di Dar Es Salaam, Tanzania

Carol menyatakan, bahwa pemerintah Tanzania tidak terlalu memperhatikan tenaga medis dalam penanganan Covid-19. Mereka juga tidak memberikan jaminan apapun.

"Saya ngeri dengan kurangnya tindakan yang diambil oleh pemerintah," kata Carol.

"Minim arahan, tidak ada transparansi, mereka telah menolak untuk menerapkan langkah-langkah seperti kuncian atau pembatasan di tempat ibadah," tambahnya.

Per 30 April, kasus yang dokonfirmasi di Tanzania mencapai 480 dengan 167 orang pulih dan 16 kasus meningal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lindungi Keluarga, Chand Kelvin Habiskan Momen Ramadan di Rumah Saja

Lindungi Keluarga, Chand Kelvin Habiskan Momen Ramadan di Rumah Saja

Entertainment | Kamis, 30 April 2020 | 10:19 WIB

Bahas Konspirasi Corona, Live Streaming Dokter Tirta dan Jerinx Eror 8 Kali

Bahas Konspirasi Corona, Live Streaming Dokter Tirta dan Jerinx Eror 8 Kali

News | Kamis, 30 April 2020 | 10:31 WIB

Suara Tak Bisa Didengar Saat Bahas Teori Konspirasi, Ini Penjelasan Jerinx

Suara Tak Bisa Didengar Saat Bahas Teori Konspirasi, Ini Penjelasan Jerinx

News | Kamis, 30 April 2020 | 10:28 WIB

Terkini

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:56 WIB

×