Studi: Pasien Kanker Tiga Kali Berisiko Kematian Akibat Corona Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 30 April 2020 | 12:24 WIB
Studi: Pasien Kanker Tiga Kali Berisiko Kematian Akibat Corona Covid-19
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Studi: Pasien Kanker Tiga Kali Berisiko Alami Kematian Akibat Covid-19

Orang dengan penyakit bawaan diketahui memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular virus corona atau Covid-19. Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, orang yang memiliki penyakit kanker tiga kali lebih berisiko kematian akibat Covid-19.

Medical Daily melaporkan bahwa studi itu dipublikasikan setelah mengumpulkan informasi dari 14 rumah sakit di provinsi Hubei, Cina. Penelitian dilakukan terhadap 105 pasien kanker dan 536 pasien non-kanker, semuanya terinveksi virus corona dan memiliki rentang usia yang sama.

Hasilnya, ditemukan bahwa pasien kanker lebih rentan terhadap efek virus corona. Bahkan mereka tiga kali lebih mungkin meninggal dibandingkan dengan pasien non-kanker. Pasien kanker yang dimaksud dengan kondisi parah seperti dirawat di perawatan intensif atau ditempatkan di ventilator.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Namun, pasien dengan kanker bukan satu-satunya yang berisiko kematian karena Covid-19. Beberapa yang mengidap penyakit kanker hematologi atau darah, kanker paru-paru atau kanker metastasis memiliki risiko yang paling parah. Selain itu, pasien kanker non-metastatik juga memiliki kemungkinan risiko yang sama dengan pasien non-kanker.

Kemudian, pasien yang menjalani operasi juga ditemukan berisiko tinggi, sementara orang yang menjalani radioterapi tidak selamat. Tingkat risiko akan tergantung pada usia, jenis kanker, dan perawatan yang mereka terima.

“Temuan ini menunjukkan bahwa pasien dengan kanker adalah populasi yang jauh lebih rentan dalam wabah Covid-19 saat ini,” tulis para peneliti.

Para peneliti menemukan bahwa pasien dengan kanker hematologi memiliki tingkat kematian tertinggi diikuti oleh pasien kanker paru-paru yang mengalami penurunan fungsi

Leukemia dan kanker lain yang berhubungan dengan darah menyerang sistem kekebalan tubuh, sesuatu yang dapat menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mendaftar pasien kanker sebagai orang-orang yang berisiko lebih tinggi menderita Covid-19 karena berkurangnya kemampuan mereka untuk melawan penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Alasan Kenapa Membandingkan Covid-19 dan Penyakit Lain Itu Salah Kaprah

2 Alasan Kenapa Membandingkan Covid-19 dan Penyakit Lain Itu Salah Kaprah

Health | Rabu, 29 April 2020 | 19:51 WIB

Minum Aspirin Turunkan Risiko Kanker, Tapi Ada Efek Jangka Panjangnya

Minum Aspirin Turunkan Risiko Kanker, Tapi Ada Efek Jangka Panjangnya

Health | Kamis, 23 April 2020 | 18:55 WIB

Pandemi Virus Corona Covid-19 Berisiko Tingkatkan Kasus Kanker, Kok Bisa?

Pandemi Virus Corona Covid-19 Berisiko Tingkatkan Kasus Kanker, Kok Bisa?

Health | Kamis, 23 April 2020 | 18:48 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB