Diduga Bisa Lawan Corona Covid-19, Banyak Orang Timbun Obat Perut Mulas!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 30 April 2020 | 20:01 WIB
Diduga Bisa Lawan Corona Covid-19, Banyak Orang Timbun Obat Perut Mulas!
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah menimbulkan kepanikan. Situasi ini membuat orang panik mulai berbelanja banyak bahan-bahan makanan untuk ditimbun.

Kini tak hanya makanan, orang-orang juga mulai membeli obat mulas atau sakit perut yang dijual bebas di apotek. Mereka meyakini bahwa obat mulas itu bisa melawan virus corona Covid-19.

Sebelumnya, para peneliti telah menguji bahan aktif Pepcid dari obat Antasid pada pasien corona Covid-19 di Institut Penelitian Medis Feinstein di Northwell Health.

Antasid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah gangguan pencernaan. Sehingga banyak orang memborongnya dan menimbun untuk mengatasi virus corona Covid-19.

Selain Antasid, banyak orang juga telah memborong hydroxychloroquine yang sempat diduga bisa mengatasi virus corona Covid-19. Tindakan ini tentu sama seperti penimbunan obat yang tidak semestinya dilakukan.

Padahal para peneliti masih terus menguji efek samping dan tingkat efektivitas obat-obatan tersebut. Bahkan obat-obatan dalam pengujian klinis itu belum ada yang disetujui untuk mengatasi virus corona Covid-19.

Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

"Jika kita membiarkan hal ini kepada orang yang salah atau terlalu cepat dipublikasi, maka berisiko habisnya pasokan obat tersebut," kata Kevin Tracey, mantan ahli bedah saraf yang bertanggung jawab atas penelitian sistem rumah sakit Northwell dikutip dari Washington Post.

Para peneliti memberikan 9 kali lipat jumlah famotidine, obat yang biasa digunakan orang saat mulas pada 187 pasien virus corona Covid-19 dalam kondisi kritis.

CEO Northwell Health Michael Dowling berharap dua minggu ke depan akan muncul hasil potensial dari penelitian ini. Sehingga mereka mengetahui obat mulas ini bisa mengatasi virus corona Covid-19 atau tidak.

Namun, para ahli khawatir bila pasokan obat mulas akan mengalami kekurangan. Setelah terjadi kekurangan obat anti-malaria yang disebut Donald Trump bisa melawan virus corona Covid-19 tanpa persetujuan Food and Drug Administration (FDA).

Sedangkan, kekurangan obat anti-malaria hydroxychloroquine mengancam pasien lupus dan rheumatoid arthritis dalam meringankan gejala dan mencegah kerusakan organ.

Sementara itu, Bryan D Hayes, apoteker di Departemen Kedokteran Darurat Rumah Sakit Umum Massachusetts mengatakan obat mulas famotidine biasa digunakan dalam penanganan medis darurat. Obat ini sebagai bagian dari rejimen pengobatan utnuk reaksi alergi di unit perawatan intensif untuk mencegah maag.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Karyawan Meninggal Akibat Corona, Pabrik HM Sampoerna Tutup

2 Karyawan Meninggal Akibat Corona, Pabrik HM Sampoerna Tutup

Jatim | Kamis, 30 April 2020 | 18:52 WIB

500 TKA China di Luar Nalar, Pemerintah Terkesan Beri Karpet Merah ke Asing

500 TKA China di Luar Nalar, Pemerintah Terkesan Beri Karpet Merah ke Asing

News | Kamis, 30 April 2020 | 18:39 WIB

Ilmuwan Peringatkan Kerusakan Alam Bisa Munculkan Pandemi Virus Lain

Ilmuwan Peringatkan Kerusakan Alam Bisa Munculkan Pandemi Virus Lain

Health | Kamis, 30 April 2020 | 20:00 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB