5 Fakta Remdesivir yang Disebut Efektif Bantu Pemulihan Pasien Corona Covid

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 01 Mei 2020 | 07:40 WIB
5 Fakta Remdesivir yang Disebut Efektif Bantu Pemulihan Pasien Corona Covid
Remdesivir, obat yang dianggap mampu menyembuhkan pasien Covid-19 (VOA Indonesia)

Suara.com - 5 Fakta Remdesivir yang Disebut Efektif Bantu Pemulihan Pasien Corona.

Baru-baru ini, obat Ebola buatan perusahaan farmasi Amerika Serikat,  Gilead, ramai diperbincangkan. Kabar itu mencuat setelah adanya klaim dari para ilmuan bahwa obat Remdesivir efektif membantu pemulihan pasien positif virus corona atau Covid-19.

Pasien yang diberi obat remdesivir memiliki waktu pemulihan sepertiga lebih cepat dari pasien yang tak diberikan obat.

Sebenarnya apa obat remdesivir? Dikutip dari Financial Times, berikut adalah 5 fakta seputar obat Ebola tersebut.

1. Obat Untuk Menangani Ebola

Remdesivir adalah obat antivirus yang menargetkan replikasi mekanisme virus untuk menghentikan mereka bereproduksi. Obat ini awalnya dikembangkan oleh Gilead, perusahaan biokteknologi di California, untuk menangani Ebola, namun tak pernah disetujui.

Akhirnya para peneliti mencoba menggunakan remdesivir untuk menangani virus Covid-19 karena obat ini menunjukkan efek pada penyakit akibat virus corona lainnya.

Bulan lalu, Gilead memperoleh status 'orphan drug' untuk remdesivir dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Namun obat ini hanya diperuntukkan bagi penyakit yang menyerang kurang dari 200 ribu orang di AS.

2. Menarik Minat Banyak Investor

baca juga
Ilustrasi Ebola (shutterstock)
Ilustrasi Ebola (shutterstock)

Percobaan awal yang dilakukan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS (NIAID) menunjukkan pasien yang mengonsumsi obat remdesivir 31 persen sembuh lebih cepat.

Angka kematiannya pun rendah, hanya 8 persen, dibandingkan dengan 11 persen. Namun secara statiftik tidak signifikan.

Anthony Fauci, direktur NIAID, mengatakan bahwa dia sangat optimis pada remdesivir. Menetapkan sebuah obat yang dapat mereplikasi mekanisme virus bisa membuat terobosan lain, katanya.

Meski data remdesivir perlu dianalisis lebih jauh, Dr Fauci mengatakan hal ini harus diumumkan.

"Kapanpun Anda memiliki bukti jelas bahwa sebuah obat bekerja, kamu memiliki kewajiban etis untuk segera memberitahu orang dalam grup placebo, sehingga mereka memiliki akses," tuturnya.

Fakta selanjutnya di halaman berikutnya: Ada bukti Obat Remdesivir tidak bisa bekerja ...

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FDA Akan Resmikan Remdesivir Jadi Obat untuk Pasien Covid-19

FDA Akan Resmikan Remdesivir Jadi Obat untuk Pasien Covid-19

Health | Kamis, 30 April 2020 | 12:04 WIB

Tentang Remdesivir, Obat Ebola Diklaim Bisa Sembuhkan Pasien Virus Corona

Tentang Remdesivir, Obat Ebola Diklaim Bisa Sembuhkan Pasien Virus Corona

News | Kamis, 30 April 2020 | 11:08 WIB

Badan POM AS Segera Setujui Remdesivir Jadi Obat Atasi Covid-19

Badan POM AS Segera Setujui Remdesivir Jadi Obat Atasi Covid-19

Health | Kamis, 30 April 2020 | 10:53 WIB

Terkini

4 Rangkaian Y.O.U Golden Age untuk Samarkan Flek Hitam Pemilik Kulit Sensitif

4 Rangkaian Y.O.U Golden Age untuk Samarkan Flek Hitam Pemilik Kulit Sensitif

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:42 WIB

B50 Hemat Rp170 Triliun, Devisa Bisa Dipakai Bikin Indonesia Makin Maju

B50 Hemat Rp170 Triliun, Devisa Bisa Dipakai Bikin Indonesia Makin Maju

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Underemployment: Saat Keringat Sarjana Cuma Jadi Angka Formal

Underemployment: Saat Keringat Sarjana Cuma Jadi Angka Formal

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Hasil Kolaborasi BRI Dengan Barca Academy: APC Bandung Juara BRI Youth Champions League 2026

Hasil Kolaborasi BRI Dengan Barca Academy: APC Bandung Juara BRI Youth Champions League 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:39 WIB

3 Shio yang Paling Pantang Menyerah, Punya Mental Kuat

3 Shio yang Paling Pantang Menyerah, Punya Mental Kuat

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:35 WIB

81 Tahun Indonesia Merdeka: Kondisi Jalan di Deli Serdang Sumut Kupak-kapik, Belum Merdeka?

81 Tahun Indonesia Merdeka: Kondisi Jalan di Deli Serdang Sumut Kupak-kapik, Belum Merdeka?

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Desa Les Bekali Generasi Muda dengan Bahasa Inggris, Siap Mendunia?

Desa Les Bekali Generasi Muda dengan Bahasa Inggris, Siap Mendunia?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Ramalan Shio yang Beruntung 17 Agustus 2026,  Siapa Paling Banjir Rezeki?

Ramalan Shio yang Beruntung 17 Agustus 2026, Siapa Paling Banjir Rezeki?

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Bamsoet Kecam Penurunan Bendera Merah Putih di Hari Damai Aceh

Bamsoet Kecam Penurunan Bendera Merah Putih di Hari Damai Aceh

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Proses Kemenangan atau Kesalahan Berulang?

Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Proses Kemenangan atau Kesalahan Berulang?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:05 WIB

×