Awas! Tiga Kebiasaan Tidur ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

M. Reza Sulaiman, Fita Nofiana

Jum'at, 01 Mei 2020 | 20:10 WIB
Awas! Tiga Kebiasaan Tidur ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menemukan, bahwa orang yang menunjukkan tiga gejala terkait insomnia berada pada risiko yang secara signifikan lebih tinggi mengalami serangan jantung.

Melansir dari Express, serangan jantung yang tiba-tiba datang bisa sangat mematikan karena tanda-tanda halusnya sering kali tidak disadari. Serangan jantung sangat terkait dengan kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan tidak sehat dan menjalani gaya hidup yang tidak banyak gerak.

Selain pola makan dan tidak banyak gerak, kurang tidur yang lama juga dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Sebuah studi dari Universitas Peking di Beijing, China, menyelidiki hubungan antara insomnia dan komplikasi kardiovaskular, seperti serangan jantung.

Studi ini melibatkan 487.200 orang di China dengan usia rata-rata 51 tahun. Peserta tidak memiliki riwayat stroke atau penyakit jantung pada awal penelitian.

Peserta ditanya apakah mereka memiliki salah satu dari tiga gejala insomnia. Gejala pertama adalah setidaknya tiga kali per minggu dengan gejala kesulitan tidur, kedua bangun terlalu pagi, ketiga kesulitan untuk tetap fokus pada siang hari karena kurang tidur.

Ilustrasi insomnia (Shutterstock)
Ilustrasi insomnia (Shutterstock)

Sebanyak 11 persen orang mengalami kesulitan tidur, 10 persen melaporkan bangun terlalu dini dan dua persen mengalami kesulitan untuk tetap fokus pada siang hari karena kurang tidur.

Orang-orang kemudian diikuti selama rata-rata sekitar 10 tahun. Selama waktu itu, ada 130.032 kasus stroke, serangan jantung dan penyakit lainnya.

Penelitian tersebut menghasilkan, orang yang memiliki ketiga gejala insomnia memiliki kemungkinan 18 persen lebih besar untuk mengalami serangan jantung dan penyakit lainnya daripada orang yang tidak memiliki gejala insomnia.

baca juga

Terlebih lagi, orang yang sulit tidur sembilan persen lebih mungkin terserang stroke atau penyakit jantung daripada orang yang tidak memiliki masalah ini.

Penyakit jantung, istilah umum untuk kondisi yang mempersempit atau menghalangi pembuluh darah adalah penyebab utama serangan jantung.

"Hubungan antara gejala insomnia dan penyakit ini bahkan lebih kuat pada orang dewasa yang lebih muda dan orang-orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi pada awal penelitian," kata peneliti Liming Li, MD, dari Universitas Peking di Beijing, China.

"Sehingga penelitian di masa depan harus melihat terutama pada deteksi dini dan intervensi yang ditujukan pada kelompok-kelompok ini," tambahnya.

Seperti yang ditunjukkan oleh Profesor Li, penelitian itu menunjukkan bahwa memperbaiki pola tidur dengan intervensi gaya hidup yang lebih sehat akan menangkal ancaman serangan jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebab Sebenarnya Insomnia dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Penyebab Sebenarnya Insomnia dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Your Say | Kamis, 30 April 2020 | 21:21 WIB

Hal-hal Ini Ternyata Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Tidur

Hal-hal Ini Ternyata Tidak Boleh Dilakukan Sebelum Tidur

Video | Jum'at, 01 Mei 2020 | 09:00 WIB

Rahasia Bangun Tidur Tetap Cantik: Pakai Sarung Bantal Sutra!

Rahasia Bangun Tidur Tetap Cantik: Pakai Sarung Bantal Sutra!

Lifestyle | Kamis, 30 April 2020 | 05:48 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×