Awas! Tiga Kebiasaan Tidur ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

M. Reza Sulaiman | Fita Nofiana
Awas! Tiga Kebiasaan Tidur ini Tingkatkan Risiko Serangan Jantung
Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)

Kebiasaan tidur seperti ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Apa saja?

Suara.com - Sebuah studi menemukan, bahwa orang yang menunjukkan tiga gejala terkait insomnia berada pada risiko yang secara signifikan lebih tinggi mengalami serangan jantung.

Melansir dari Express, serangan jantung yang tiba-tiba datang bisa sangat mematikan karena tanda-tanda halusnya sering kali tidak disadari. Serangan jantung sangat terkait dengan kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan tidak sehat dan menjalani gaya hidup yang tidak banyak gerak.

Selain pola makan dan tidak banyak gerak, kurang tidur yang lama juga dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Sebuah studi dari Universitas Peking di Beijing, China, menyelidiki hubungan antara insomnia dan komplikasi kardiovaskular, seperti serangan jantung.

Studi ini melibatkan 487.200 orang di China dengan usia rata-rata 51 tahun. Peserta tidak memiliki riwayat stroke atau penyakit jantung pada awal penelitian.

Peserta ditanya apakah mereka memiliki salah satu dari tiga gejala insomnia. Gejala pertama adalah setidaknya tiga kali per minggu dengan gejala kesulitan tidur, kedua bangun terlalu pagi, ketiga kesulitan untuk tetap fokus pada siang hari karena kurang tidur.

Ilustrasi insomnia (Shutterstock)
Ilustrasi insomnia (Shutterstock)

Sebanyak 11 persen orang mengalami kesulitan tidur, 10 persen melaporkan bangun terlalu dini dan dua persen mengalami kesulitan untuk tetap fokus pada siang hari karena kurang tidur.

Orang-orang kemudian diikuti selama rata-rata sekitar 10 tahun. Selama waktu itu, ada 130.032 kasus stroke, serangan jantung dan penyakit lainnya.

Penelitian tersebut menghasilkan, orang yang memiliki ketiga gejala insomnia memiliki kemungkinan 18 persen lebih besar untuk mengalami serangan jantung dan penyakit lainnya daripada orang yang tidak memiliki gejala insomnia.

Terlebih lagi, orang yang sulit tidur sembilan persen lebih mungkin terserang stroke atau penyakit jantung daripada orang yang tidak memiliki masalah ini.

Penyakit jantung, istilah umum untuk kondisi yang mempersempit atau menghalangi pembuluh darah adalah penyebab utama serangan jantung.

"Hubungan antara gejala insomnia dan penyakit ini bahkan lebih kuat pada orang dewasa yang lebih muda dan orang-orang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi pada awal penelitian," kata peneliti Liming Li, MD, dari Universitas Peking di Beijing, China.

"Sehingga penelitian di masa depan harus melihat terutama pada deteksi dini dan intervensi yang ditujukan pada kelompok-kelompok ini," tambahnya.

Seperti yang ditunjukkan oleh Profesor Li, penelitian itu menunjukkan bahwa memperbaiki pola tidur dengan intervensi gaya hidup yang lebih sehat akan menangkal ancaman serangan jantung.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS