Berkaca dari Pandemi Flu Spanyol, Covid-19 bisa Bertahan Hingga 2 Tahun

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah
Berkaca dari Pandemi Flu Spanyol, Covid-19 bisa Bertahan Hingga 2 Tahun
Ilustrasi Virus Corona. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Bahkan kemungkinan ada gelombang kedua yang buruk.

Suara.com - Peneliti dari University of Minnesota mengatakan dalam sebuah studi baru mereka, apabila mengikuti pola yang ditetapkan flu Spanyol pada 1918 silam, pandemi Covid-19 kemungkinan akan bertahan hingga dua tahun dan akan ada gelombang kedua yang lebih buruk.

"Negara, wilayah, dan otoritas kesehatan harus merencanakan skenario terburuk. Termasuk tidak adanya vaksin atau herd immunity," tulis laporan dari Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit universitas.

Menurut mereka, pemerintah juga harus memperingatkan konsep bahwa pandemi ini tidak akan segera berakhir dan masyarakat perlu bersiap untuk kebangkitan penyakit selanjutnya.

Dilansir USA Today, studi ini dipimpin oleh Dr. Kristine A. Moore, direktur medis di pusat University of Minnesota, sekaligus pakar pandemi dari Harvard dan univeritas Tulane.

Skenario kasus terburuk, dengan munculnya wabah secara besar-besaran pada akhir tahun, adalah salah satu dari tiga skenario yang tertuang dalam laporan.

Ilustrasi corona dan peta Indonesia
Ilustrasi corona dan peta Indonesia (Shutterstock)

Kemungkinan kedua, menurut peneliti, menunjukkan wabah virus corona dapat diikuti oleh serangkaian gelombang kecil pada 2021.

Dan skenario ketiga, yang tidak terlihat dalam pandemi sebelumnya, akan adanya penularan virus tanpa pola yang jelas secara lambat.

"Virus itu membuat komunitas global lengah, dan perjalanannya di masa depan masih sangat tidak terduga. Tidak ada bola kristal untuk memberi tahu kita apa yang akan terjadi di masa depa dan apa 'permainan akhir' untuk mengendalikan pandemi ini nantinya."

Peneliti juga menekankan, vaksin Covid-19 kemungkinan tidak akan tersedia sampai tahun depan. Dan, seperempat dari mereka yang terinfeksi mungkin tidak memiliki gejala, dan yang lain menyebarkan penyakit selama berhari-hari sebelum merasa sakit, pandemi influenza bersejarah dapat menjadi model terbaik.

Ilustrasi Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)

Karena manusia tidak memiliki kekebalan alami dan virusnya sangat menular, hingga 70% dari populasi mungkin harus mengembangkan kekebalan sebelum penyebaran Covid-19 berkurang secara alami.

Artinya, pandemi kemungkinan akan bertahan 18 hingga 24 bulan dan virus akan tetap endemik sesudahnya.

"Banyak kebingungan, secara umum, didasarkan pada kesalahpahaman bahwa jika Anda mengendalikan epidemi sekali, maka Anda sudah selesai. Tidak ada alasan untuk memikirkan itu," kata ahli epidemiologi Harvard, Marc Lipstich.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS