Suara.com - Pemberlakuan lockdown, isolasi dari teman dan orang yang dicintai, dan kehilangan pekerjaan pendapatan, hingga stabilitas ekonomi, adalah dampak-dampak dari pandemi virus corona baru yang dapat memengaruhi kesehatan mental.
"Saya menyebutnya 'respon ancaman kronis', kondisi terus berada dalam mode bertahan hidup yang sangat terangsang," kata psikologi trauma Shauna Springer, dikutip CNN Internasional.
Ia menjelaskan, respon ancaman kronis adalah eskalasi dari banyak gejala yang sama yang terkait dengan stres pasca-trauma, masalah tidur, kecemasan, lekas marah, kesulitan berkonsentrasi, dan gejala lainnya.
Ada tanda ketika kecemasan seseorang menjadi berbahaya, seperti:

1. Tidur yang buruk
"Ketika mimpi buruk menjadi hal yang biasa dan kualitas tidur kita secara konsisten buruk, itu sering kali merupakan tanda pertama bahwa kita mungkin perlu mengambil tindakan untuk meningkatkan kesehatan mental kita," kata Springer, yang juga menulis buku Warrior: How To Support Those Who Protect Us.
Tidur yang buruk ibarat pedang bermata dua, kecemasan menyebabkan tidur yang buruk, kurangnya kualitas tidur juga menyebabkan kecemasan, stres, dan depresi.
2. Fokus pada berita buruk
"Jika kita menghabiskan hari-hari kita dengan tenggelam dalam kecemasan umum ini dan takut tentang apa yang mungkin terjadi... itu pertanda lain bahwa segala sesuatunya masuk ke kisaran yang lebih klinis," sambungnya.
3. Kehilangan minat dan kesenangan
Tanda yang bahkan lebih serius, kata Springer, adalah ketika kita kehilangan selera untuk berhubungan dengan orang lain dan berhenti mengontak teman dan keluarga.
"Ketika kita tidak dapat menemukan kesenangan dalam apa pun dan kita mulai merasa mati rasa daripada berhubungan dengan orang lain dan melakukan hal-hal yang kita hargai atau ingin lakukan dengan hidup kita, itu pertanda bahwa kita mungkin memerlukan bantuan dan dukungan," lanjutnya.

4. Ketidakberdayaan atau kecemasan yang melumpuhkan
"Perasaan tak berdaya yang luar biasa adalah apa yang sering menyebabkan gejala trauma. Kita yang telah diberhentikan dari pekerjaan dapat merasa seolah-olah telah kehilangan identitas, karena tidak adanya peran dan hubungan yang memberi makna pada hidup," tuturnya.
Ketidakberdayaan ini dapat menyebabkan kecemasan parah dan melumpuhkan, tanda lain bahwa kita membutuhkan bantuan.
"Kecemasan yang melumpuhkan adalah di mana Anda merasa terus menerus dibanjiri perasaan panik dan ketakutan tak bernama... Anda tidak memiliki perasaan masa depan yang penuh harapan," lanjutnya.