Kabar Baik, Ilmuwan Israel Buat Terobosan Antibodi Untuk Lawan Virus Corona

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2020 | 05:00 WIB
Kabar Baik, Ilmuwan Israel Buat Terobosan Antibodi Untuk Lawan Virus Corona
Ilustrasi ilmuwan atau peneliti. (Shutterstock)

Suara.com - Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett mengatakan, para ilmuwan di lembaga penelitian biologi utama negara itu telah membuat terobosan signifikan dalam mengembangkan antibodi terhadap virus corona.

Terobosan itu ditemukan ketika para peneliti menyelesaikan fase pengembangan penelitian dan bergerak untuk mematenkan temuan juga secara massal menghasilkan potensi pengobatan.

Bennett mengunjungi laboratorium Lembaga Penelitian Biologi Israel (IIBR) di Ness Ziona pada Senin (4/5), diawasi oleh Kantor Perdana Menteri dan diberi mandat untuk mengembangkan vaksin virus corona. Bennet ditunjukkan antibodi yang menyerang virus dengan cara monoklonal dan dapat menetralkan tubuh orang sakit.

Melalui pernyataan resmi IIBR, disebutkan bahwa pengembangan antibodi telah selesai dan lembaga tersebut sedang dalam proses mematenkan temuan. Tahap berikutnya, para peneliti akan mendekati perusahaan internasional untuk menghasilkan antibodi pada skala komersial.

"Saya bangga dengan staf institut untuk terobosan hebat ini. Kreativitas mereka dan pikiran Yahudi membawa pencapaian luar biasa ini," kata Bennett melansir dari One India.

Sebelumnya pada Maret lalu, harian Israel Ha'aretz mengutip sumber-sumber medis, melaporkan bahwa para ilmuwan di institut tersebut telah membuat terobosan signifikan dalam memahami mekanisme biologis dan kualitas virus, termasuk kemampuan diagnostik yang lebih baik. Juga produksi antibodi bagi mereka yang sudah memiliki virus dan pengembangan vaksin.

Tidak jelas apakah terobosan yang disampaikan kepada Bennett merupakan lanjutan dari laporan itu. Pernyataan itu juga tidak merinci apakah uji coba terhadap manusia akan dilakukan.

IIBR didirikan pada tahun 1952 sebagai bagian dari Korps Sains Pasukan Pertahanan Israel dan kemudian menjadi organisasi sipil. Secara teknis di bawah pengawasan Kantor Perdana Menteri, tetapi dalam komunikasi yang erat dengan Kementerian Pertahanan.

Namun, Kementerian Pertahanan, pada Maret, membantah ada terobosan terkait Covid-19 seperti yang diberitakan harian Israel Ha'aretz.

"Jika akan ada sesuatu untuk dilaporkan, itu akan dilakukan dengan cara yang tertib," kata Kementerian Pertahanan mengatakan kepada Ha'aretz.

"Lembaga biologi adalah lembaga penelitian dan pengembangan terkenal di dunia, yang mengandalkan para peneliti dan ilmuwan berpengalaman dengan infrastruktur dan pengetahuan berkualitas tinggi. Sekarang ada lebih dari 50 ilmuwan berpengalaman yang bekerja di lembaga itu untuk meneliti dan mengembangkan obat medis untuk virus tersebut," katanya.

Pengembangan vaksin semacam itu membutuhkan proses uji coba pra-klinis yang panjang pada hewan, diikuti dengan uji klinis.

Dilaporkan oleh berita Ynet bahwa pada Februari ada lima pengiriman sampel virus tiba di Israel yakni dari Jepang, Italia, dan negara-negara lain. Mereka dibawa oleh kurir Kementerian Pertahanan yang diamankan khusus ke IIBR dan telah dibekukan pada suhu -80 derajat Celcius.

Sudah ada pekerjaan intensif, termasuk oleh para ahli terkemuka, untuk mengembangkan vaksin sejak itu.

Para ahli percaya bahwa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan vaksin membutuhkan waktu beberapa bulan hingga satu setengah tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Dekat China, Taiwan Jadi Negara Paling Sukses Kendalikan Corona

Meski Dekat China, Taiwan Jadi Negara Paling Sukses Kendalikan Corona

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 04:50 WIB

PSBB Corona, Bagaimana Pelaksanaan Solat Idul Fitri Nanti?

PSBB Corona, Bagaimana Pelaksanaan Solat Idul Fitri Nanti?

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2020 | 05:15 WIB

Empat Tahun Meneliti, Israel Segera Luncurkan Vaksin Corona Covid-19

Empat Tahun Meneliti, Israel Segera Luncurkan Vaksin Corona Covid-19

Health | Senin, 02 Maret 2020 | 07:15 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB