10 Tips Hilangkan Suara Perut yang Muncul Tiba-Tiba

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2020 | 06:45 WIB
10 Tips Hilangkan Suara Perut yang Muncul Tiba-Tiba
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

Suara.com - 10 Tips Hilangkan Suara Perut yang Muncul Tiba-Tiba

Pernah mendengar suara -suara dari dalam perut? Dalam dunia medis bunyi suara dari perut disebut borborygmi. Umumnya kita akan mengira bahwa suara itu muncul dari lambung akibat rasa lapar.

Namun suara gemuruh dari dalam perut juga bisa saja berasal dari usus karena adanya masalah pencernaan. Mengutip Medical News Today, ada beberapa alasan mengapa perut berbunyi.

Salah satunya untuk membantu pencernaan. Ketika makanan mencapai usus, tubuh melepaskan enzim untuk membantu memecah makanan dan untuk memfasilitasi penyerapan nutrisi.

Peristalsis adalah serangkaian kontraksi otot seperti gelombang yang terjadi untuk memindahkan makanan di sepanjang saluran pencernaan.

Ilustrasi sakit maag, sakit perut, gangguan pencernaan. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit maag, sakit perut, gangguan pencernaan. (Shutterstock)

Kegiatan itu yang melibatkan pergerakan gas dan makanan yang dicerna sebagian, berkontribusi pada suara borborygmi yang menggeram dan bergemuruh.

Jika tidak ada makanan yang dikonsumsi selama beberapa jam, tubuh juga akan secara teratur melakukan proses peristaltik. Perut dan usus akan melepaskan asam dan enzim untuk mempersiapkan konsumsi makanan.

Suara-suara dapat bertahan hingga 20 menit pada suatu waktu dan dapat berulang setiap jam sampai makanan dikonsumsi.

Selain itu, kadang-kadang bunyi perut dapat dikaitkan dengan masalah medis. Terutama jika disertai dengan gejala lain seperti nyeri, sembelit, atau diare.

Jika Anda merasa terganggu dengan suara perut tersebut, ada sepuluh tips atau cara  untuk menghentikan bunyi dalam perut atau borborygmi.

1. Minum Air Mineral

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Minum segelas air bisa menjadi solusi yang efektif, terutama jika tidak mungkin untuk makan sesuatu pada saat itu. Air membantu proses pencernaan sekaligus mengisi perut.

Untuk lebih baik, air harus diminum perlahan sepanjang hari. Mengonsumsi dalam jumlah besar dalam waktu singkat justru bisa menimbulkan suara gemericik dari perut.

2. Makan Sesuatu

Setelah perut kosong selama beberapa saat, suara yang keluar mungkin menandakan bahwa sudah waktunya untuk makan lagi. Makan makanan kecil atau camilan bisa sementara meredakan suara.

Jika perut terus berbunyi secara teratur atau terjadi pada waktu yang sama setiap hari, itu mungkin merupakan tanda agar makan lebih teratur. Beberapa orang mungkin bisa makan 4 hingga 6 porsi kecil sehari, daripada standar 3 porsi besar.

3. Kunyah Perlahan

Pencernaan dimulai dari mulut, melalui mengunyah makanan. Keram perut yang berhubungan dengan gangguan pencernaan dapat dicegah dengan mengunyah makanan tidak terlalu cepat.

Mengunyah makanan dengan benar juga mengurangi jumlah udara yang masuk ke tubuh dan gangguan pencernaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Corona Covid-19 dengan Masalah Pencernaan Berisiko Meninggal

Pasien Corona Covid-19 dengan Masalah Pencernaan Berisiko Meninggal

Health | Rabu, 22 April 2020 | 12:27 WIB

Wajib Coba, 5 Bahan Alami Ini Disebut Bisa Jadi Obat Sakit Perut

Wajib Coba, 5 Bahan Alami Ini Disebut Bisa Jadi Obat Sakit Perut

Lifestyle | Rabu, 01 April 2020 | 06:30 WIB

Jangan Abaikan 5 Gejala Lain Virus Corona Covid-19, Termasuk Diare!

Jangan Abaikan 5 Gejala Lain Virus Corona Covid-19, Termasuk Diare!

Health | Rabu, 25 Maret 2020 | 10:20 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB