Sekitar 42 Persen Masalah Gangguan Kejiwaan Disebabkan Faktor Genetik

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 06 Mei 2020 | 13:03 WIB
Sekitar 42 Persen Masalah Gangguan Kejiwaan Disebabkan Faktor Genetik
Ilustrasi

Suara.com - Sekitar 42 Persen Masalah Gangguan Kejiwaan Disebabkan Faktor Genetik

Masalah kejiwaan di Indonesia mulai mendapat perhatian, terutama sejak beberapa selebriti dan figur publik secara terang-terangan mengaku memiliki masalah kejiwaan seperti bipolar atau gangguan suasana hati. 

Namun bagi kebanyakan orang, mereka baru menyadari bahwa dirinya memiliki gangguan kejiwaan ketika menginjak masa remaja atau bahkan dewasa. 

Padahal dalam ilmu kesehatan jiwa ditemukan fakta bahwa masalah kejiwaan bisa muncul karena faktor genetik.

"Kalau belakangan kita melihat problem kejiwaan ini ada faktor genetik bawaan. Contoh yang paling sering, sepertiga penduduk dunia pernah mengalami kecemasan. Gangguan kecemasan itu, 42 persen di antaranya, hasil penelitian ketika kongres di Jerman, itu terkait genetik," kata dokter spesialis kejiwaan Andri saat talkshow bergizi bersama dokter Tompi dan dokter Arti Indira pada siaran langsung Instagram, Selasa (5/5/2020).

Menurut Andri, orang yang memiliki faktor genetik masalah kejiwaan akan rentan mengalami gejala kecemasan yang lebih dominan daripada orang lainnya. Walaupun, memang 58 persen lainnya juga berasal dari faktor lingkungan.

"Artinya kalau kondisi cukup stabil, walaupun ada faktor genetik mungkin gak juga (alami gangguan kejiwaan)," ucapnya. 

Andri menambahkan, merupakan tugas lingkungan sekitar untuk bisa dan lebih memahami orang dengan gangguan kejiwaan. Itu dilakukan guna lingkungan sekitar dapat beradaptasi dengan kesehatan mental harian orang tersebut. 

Andri menjelaskan bahwa pada pengidap bipolar, orang akan sadar jika dirinya memiliki masalah kejiwaan. Sehingga biasanya, jika sudah tak mampu mengatasinya sendiri akan berobat pada psikiater.

baca juga

"Kalau orang bipolar dia menyadari. Banyak anak muda datang dengan gejala bipolar menyadari," katanya. 

Berbeda dengan gangguan skizofrenia atau gangguan yang mempengaruhi ketidakmampuan untuk berpikir, merasakan, dan bersikap baik. Andri menjelaskan, kebanyakan pengidap skizofrenia akan merasa dirinya benar. 

"Skizofrenia dia gak sadar telah mengalami gangguan. Dia merasa benar aja, dia merasa dirinya nabi, merasa diawasi," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Via Gagal Bunuh Diri Usai Kepergok Warga Saat Terjun ke Sumur

Via Gagal Bunuh Diri Usai Kepergok Warga Saat Terjun ke Sumur

Jogja | Rabu, 29 April 2020 | 09:05 WIB

Pemuda yang Hina Nabi Muhammad Dikenal Tetangga Punya Gangguan Mental

Pemuda yang Hina Nabi Muhammad Dikenal Tetangga Punya Gangguan Mental

News | Sabtu, 18 April 2020 | 13:46 WIB

Di-PHK karena Corona, Makin Banyak Orang Gila dan Pengemis di Jawa Barat

Di-PHK karena Corona, Makin Banyak Orang Gila dan Pengemis di Jawa Barat

Jabar | Jum'at, 17 April 2020 | 14:03 WIB

Terkini

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

×