Waduh, Kematian Ibu Hamil karena Penyakit Kardiovaskular Naik 2 Kali Lipat!

M. Reza Sulaiman, Rosiana Chozanah

Kamis, 07 Mei 2020 | 06:15 WIB
Waduh, Kematian Ibu Hamil karena Penyakit Kardiovaskular Naik 2 Kali Lipat!
Ilustrasi ibu hamil dengan penyakit kardiovaskular. (Shutterstock)

Suara.com - Waduh, Kematian Ibu Hamil karena Masalah Kardiovaskular Naik 2 Kali Lipat!

Kematian terkait kehamilan di AMerika Serikat telah meningkat dua kali lipat selama dua dekade terakhir karena pemingkatan penyakit kardiovaskular di kalangan wanita, lapor American Heart Association pada Senin (4/5/2020).

Tingkat kematian yang meningkat pada wanita hamil dan postpartum atau pasca melahirkan sebagian disebabkan oleh kondisi penyerta seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Masalah lainnya, menurut laporan, meningkatnya angka kehamilan di antara wanita lebih tua. Ini dapat dikaitkan dengan kelahiran prematur, preeklamsia, dan hipertensi kronis.

"Menjadi hamil dapat membuat banyak tekanan pada tubuh, terutama jantung," kata Laxmi Mehta, seorang ahli jantung di The Ohio State University, yang memimpin tim dalam menulis laporan ini.

Ibu hamil gadget. (shutterstock)
Ibu hamil. (shutterstock)

"Selama trimester pertama kehamilan normal, denyut jantung meningkat dan tekanan darah menurun. Pada trimester kedua dan ketiga, denyut jantung dan tekanan darah meningkat dan tidak berkurang hingga setelah kehamilan. Bagi mereka yang menderita penyakit kardiovaskular tertentu, kondisi naik turun ini bisa berbahaya," sambungnya, dikutip dari CNN Internasional.

Pakar kesehatan jantung baru mulai melihat penyakit jantung pada seorang ibu sebagai ancaman utama. Tidak hanya bagi kesehatan jantung jangka panjangnya, tetapi juga keselamatan sang ibu sendiri, jelas Dr. Yalda Afshar, asisten profesor di Divisi Maternal Fetal Medicine di Departemen Obstetri dan Ginekologi di UCLA Health.

"Hamil adalah tes stres alami seorang ibu, sama seperti Anda memeriksakan diri ke ahli jantung dan (tetapi Anda juga) berlari di treadmill. Itu disebut tes stres," ujar Afshar.

"Kehamilan menyebabkan kondisi ini secara alami. Ada banyak perubahan kondisi jantung, secara struktural, secara hemodinamik (dinamika dari aliran darah)... untuk mempertahankan pertumbuhan manusia lain di dalam tubuh, untuk mempertahankan beban," tambah Afshar.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Sebabnya Anemia Berbahaya bagi Ibu Hamil

Ini Sebabnya Anemia Berbahaya bagi Ibu Hamil

Health | Jum'at, 18 Maret 2016 | 16:16 WIB

Ini Risiko Bila Ibu Hamil Alami Obesitas dan Diabetes

Ini Risiko Bila Ibu Hamil Alami Obesitas dan Diabetes

Health | Selasa, 02 Februari 2016 | 17:19 WIB

Hanya 44 Persen Ibu Hamil yang Tahu Tanda Bahaya Kehamilan

Hanya 44 Persen Ibu Hamil yang Tahu Tanda Bahaya Kehamilan

Health | Senin, 22 Desember 2014 | 17:27 WIB

Terkini

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Jakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

×